Hagia Sophia

14 January 2024

WHO: RS di Gaza Kembali Berikan Pelayanan Kesehatan

Potret RS Al Shifa. (Foto: Dokumentasi WHO)

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) akhirnya bisa menjangkau RS Al Shifa, rumah sakit terbesar di Gaza yang hancur pasca diserang Israel. Sebagian pelayanan perlahan mulai pulih. Bantuan bisa diberikan setelah lebih dari dua minggu Israel bersikeras menghadang instruksi WHO.

Kiriman bantuan di antaranya termasuk bahan bakar dan pasokan medis darurat.

"Tim tersebut melaporkan bahwa Al-Shifa, yang sebelumnya merupakan rumah sakit utama di Gaza, telah (sebagian) memulihkan layanan," kata Dirjen WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus di laman X, yang sebelumnya dikenal Twitter, Jumat (12/1/2024).

RS yang digambarkan sebagai 'zona kematian' menurut WHO sebelumnya telah menghentikan sebagian besar pelayanan setelah tentara Israel melakukan penggerebekan. Kini, tersisa 60 staf medis di RS Al Shifa.

Pelayanan yang pulih memungkinkan tenaga kesehatan di sana mulai menggunakan bangsal bedah dan medis berisi 40 tempat tidur, unit gawat darurat, empat ruang operasi, layanan obstetri dan ginekologi darurat dasar.

"Ada unit hemodialisis terbatas, layanan laboratorium (dan) layanan radiologi dasar yang minim," tambah Tedros.

Konvoi yang dipimpin WHO ke rumah sakit pada hari Kamis telah mengirimkan 9.300 liter atau 2.500 galon bahan bakar dan pasokan medis untuk mencakup 1.000 pasien trauma dan 100 pasien dialisis ginjal.

WHO telah berjuang selama lebih dari dua minggu untuk mencapai RS Al-Shifa dan rumah sakit lain di Gaza utara. Awal pekan ini mereka harus membatalkan enam misi yang direncanakan di sana karena kurang aman.

Rumah sakit, yang dilindungi hukum kemanusiaan internasional, telah berulang kali terkena serangan Israel di Gaza sejak perang.

Militer Israel mengklaim Hamas memiliki terowongan di bawah rumah sakit dan menggunakan fasilitas medis sebagai pusat komando, tuduhan yang dibantah oleh kelompok militan tersebut dan beberapa organisasi PBB.

Israel telah melancarkan kampanye militer tanpa henti yang telah menewaskan sedikitnya 23.469 orang, sebagian besar perempuan dan anak-anak.

WHO mengatakan minggu ini hanya 15 dari 36 rumah sakit di Gaza yang berfungsi sebagian, sebagian besar berada di wilayah selatan.

Badan tersebut telah lama menggambarkan keadaan putus asa di beberapa rumah sakit yang hampir tidak berfungsi di wilayah utara, yang menghadapi kekurangan makanan, air bersih, obat-obatan dan bahan bakar.

Meskipun dimulainya kembali sebagian layanan di Al-Shifa merupakan kabar baik, Tedros menekankan bahwa hal ini berarti konsumsi bahan bakar jauh lebih tinggi, dan kebutuhan pasokan medis meningkat.



























Artikel ini telah tayang di health.detik.com dengan judul "WHO Bawa Kabar Baik, RS yang Hancur di Gaza Mulai Kembali Buka Layanan"