Hagia Sophia

07 January 2023

Harapan WHO: Pandemi Berakhir di 2023

Dirjen WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus. (Foto: Salvatore Di Nolfi/Keystone via AP)

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) kembali memberikan sinyal soal akhir pandemi COVID-19 yang sudah tiga tahun melanda. Pasalnya, sinyal serupa tidak hanya sekali disampaikan oleh WHO.

Direktur Jenderal WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus kembali menyinggung soal akhir pandemi COVID-19. Ungkapan tersebut disampaikan oleh dirinya melalui konferensi pers sekaligus mengucapkan tahun baru.

"COVID-19 tidak diragukan lagi masih akan menjadi topik diskusi utama, tetapi saya percaya dan berharap bahwa dengan upaya yang tepat ini akan menjadi tahun darurat kesehatan masyarakat COVID-19 secara resmi berakhir. Selamat Tahun Baru," tulis Ghebreyesus dalam akun Twitternya @DrTedros, Kamis (5/1/2023).

Tedros juga mengungkapkan, beberapa tahun ke belakang merupakan tahun-tahun yang sulit. Akan tetapi Ghebreyesus tetap optimistis pandemi akan berakhir.

"Tahun-tahun terakhir sangat berat bagi kesehatan kolektif kita, tetapi saya tetap percaya diri dan teguh dengan keyakinan bahwa hanya dengan bekerja sama kita dapat memanfaatkan dan berbagi ilmu pengetahuan, memberikan solusi yang menyelamatkan nyawa, dan membangun solidaritas untuk menghadapi tantangan kesehatan yang kita hadapi," kata Ghebreyesus.


Pandemi Belum Menjadi Endemi

Di Indonesia, Presiden Joko Widodo telah mencabut aturan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM). Akan tetapi, pencabutan PPKM tidak berarti status kegawatdaruratan COVID-19 di Tanah Air berakhir dan beralih menjadi endemi.

"Tidak berarti pandemi selesai, jadi jangan sampai kita euforia," tegas Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian, beberapa waktu lalu.

"Kemudian terakhir juga dalam instruksi ini kami sampaikan bahwa PPKM dapat diberlakukan kembali bila terjadi kenaikan kasus yang sangat signifikan, dalam kata lain bahasanya adalah bila terjadi lonjakan, itu dapat diterapkan kembali PPKM," beber Mendagri lebih lanjut.

Dalam kesempatan tersebut juga, Menteri Kesehatan (Menkes) RI Budi Gunadi Sadikin menyebut, tahap peralihan pandemi COVID-19 menjadi endemi ini dilakukan secara bertahap. Artinya, secara bertahap intervensi pemerintah dalam penanganan penyakit COVID-19 di Indonesia berkurang waktu demi waktu. Penanganan penyakit akan lebih mengandalkan partisipasi masyarakat.

"Secara bertahap, kata 'bertahap' itu penting, intervensi pemerintah di bidang kesehatan perlu dialihkan menjadi partisipasi masyarakat di bidang kesehatan. Jadi kata yang penting di sini adalah dari strategi pandemi menjadi endemi di Indonesia, penting untuk satu secara bertahap, kedua terjadi transisi dari intervensi pemerintah di bidang kesehatan, tiga menjadi partisipasi masyarakat," ujarnya.

"Banyak penyakit atau masalah kesehatan di Indonesia yang bisa ditangani dengan baik itu hanya kalau partisipasi masyarakatnya yang aktif. Selama itu belum, ya memang intervensinya perlu," tutup Budi.

























Artikel ini telah tayang di health.detik.com dengan judul "Yuk, Bisa Yuk! Bos WHO Ungkap Harapan soal Akhir Pandemi di 2023"