Hagia Sophia

12 January 2023

Prediksi WHO Terkait Lonjakan Kasus Omicron XBB.1.5

Kata WHO soal prediksi lonjakan kasus Omicron XBB.1.5 'Kraken'. (Foto Ilustrasi: Getty Images/loops7)

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) kembali mengungkapkan prediksinya soal varian COVID-19 Omicron XBB.1.5 atau dikenal dengan varian 'Kraken'. Menurutnya, varian Corona ini mungkin akan memicu kasus COVID-19 kembali melonjak.

"Berdasarkan karakteristik genetik dan perkiraan tingkat pertumbuhan awal, XBB.1.5 dapat berkontribusi pada peningkatan insiden kasus," kata WHO yang dikutip dari Channel News Asia, Kamis (12/1/2023).

Namun, dikatakan bahwa penilaian terbaru ini hanya memiliki tingkat 'kepercayaan yang rendah'. Sebab, sebagian besar data hanya berasal dari satu negara, yakni Amerika Serikat, yang telah menyediakan lebih dari 80 persen urutan.

Sebelumnya, WHO menyebutkan bahwa subvarian Omicron ini menjadi varian Corona yang paling menular. Namun, gejala yang ditimbulkan tidak lebih parah dibandingkan varian Corona lain yang sebelumnya pernah melanda dunia.

Diyakini Tak Bakal Parah

Asisten profesor klinis penyakit menular di Universitas Stanford, Jake Scott, mengaku tak khawatir perihal Omicron XBB.1.5. Sebab meski diketahui menular dengan sangat cepat, sampai saat ini tidak ada bukti bahwa gejala yang ditimbulkan lebih berat.

Ia meyakini, proteksi vaksin COVID-19 masih dapat dipercaya terkait risiko gejala Omicron XBB1.5.

"Saya yakin sudah jelas bahwa semua subvarian Omicron secara intrinsik lebih kecil kemungkinannya menyebabkan penyakit parah karena lebih kecil kemungkinannya menyebabkan penyakit saluran pernapasan bagian bawah," bebernya, dikutip dari Scientific American, Rabu (11/1).

"Ya, subvarian Omicron cukup menular, dan ya, XBB.1.5 adalah subvarian Omicron yang paling menular, sehingga kemungkinan akan menyebabkan peningkatan kasus. Tapi saya benar-benar tidak khawatir hal itu akan menyebabkan peningkatan rawat inap dan kematian yang semata-mata disebabkan oleh COVID," imbuh Scott.

Anjuran Terbaru WHO soal Masker usai Varian 'Kraken' Muncul

Melihat kemunculan varian 'Kraken' ini, WHO meminta agar negara-negara di dunia kembali mempertimbangkan penggunaan masker. Terlebih bagi orang-orang di dalam pesawat yang melakukan penerbangan jauh.

"Penumpang harus disarankan untuk memakai masker dalam pengaturan berisiko tinggi seperti penerbangan jarak jauh," kata petugas darurat senior WHO untuk Eropa, Catherine Smallwood, dikutip dari Channel News Asia, Rabu (11/1).

"Ini harus menjadi rekomendasi yang dikeluarkan untuk penumpang yang datang dari mana saja di mana ada penyebaran COVID-19 transmisi," sambungnya.

Selain mengimbau pemakaian masker, adapun langkah-langkah lainnya yang bisa dilakukan untuk mencegah lonjakan kasus akibat varian 'kraken' ini. Misalnya seperti melakukan pengawasan genomik hingga pemantauan air limbah di sekitar titik masuk, seperti bandara.
























Artikel ini telah tayang di health.detik.com dengan judul "Denger Nih! Kata WHO soal Prediksi Lonjakan Kasus Omicron XBB.1.5 'Kraken'"