Hagia Sophia

23 February 2023

Berbagai Fakta Terkait Bayi Obesitas di Bekasi

Viral bayi obesitas bernama Muhammad Kenzie Alfaro di Bekasi, Jawa Barat. (Foto: Pradita Utama)

Bayi obesitas bernama Muhammad Kenzie Alfaro di Bekasi, Jawa Barat, baru-baru ini viral di media sosial. Di usianya yang masih satu tahun empat bulan, berat badan bayi tersebut mencapai 27 kg.

Ibu Kenzie, Pitriah, mengungkapkan bahwa anaknya itu berbobot 4 kg saat lahir. Bahkan saat usianya baru 6 bulan, berat badannya sudah mencapai 15 kg.

Pitriah menyebut, Kenzie memang sering diberi creamer atau susu kental manis. Hal tersebut dikarenakan Pitriah tak biasa memberikan Air Susu Ibu (ASI) sejak Kenzie lahir akibat penyakit batu empedu yang diidapnya.

"(Diberi) air putih. Kalau habis makan baru minum susu," katanya saat dijumpai detikcom di kediamannya, Tambun, Bekasi, Jawa Barat, Selasa (21/2/2023).

Fakta-fakta Bayi Obesitas di Bekasi

1. Kerap diberi SKM
Saat Kenzie memasuki usia MPASI (Makanan Pendamping ASI), ayahnya yang berprofesi sebagai buruh empang hanya bisa memberikannya bubur kemasan karena tak mampu membeli bahan makanan lain.

Kenzie sehari-hari juga diberikan asupan susu kental manis (SKM). Pitriah menyadari bahwa asupan tersebut tak baik untuk anak di bawah lima tahun. Namun, dirinya dan suami tak punya pilihan lain karena kondisi ekonomi yang terbatas.

"Sebenarnya nggak boleh memang buat anak umur segini. Habisnya waktu itu sudah nggak kerja. Anak sekolah dua, yang satu SMK yang satu TK sedang bapaknya kan gajinya begitu," ceritanya.

"Dapat perhariannya Rp 50 ribu, serabutan," tambahnya.

Seperti orang tua lainnya, Pitriah berharap sang buah hati bisa tumbuh seperti anak normal lainnya. Ia berharap, bisa mendapatkan bantuan pengobatan bagi Kenzie agar mampu sembuh dari kondisi yang saat ini diidapnya.

2. Belum Bisa Berjalan dan Berbicara
Pitriah mengungkapkan Kenzie saat ini masih belum bisa berbicara dan berjalan atau merangkak seperti anak seusianya.

"Ngesot. Jadi duduk, pindah kesini gitu. Nggak merangkak. Dia gitu, pertumbuhannya beda sendiri," papar Pitriah.

3. Tanggapan Menteri Kesehatan RI
Menanggapi kasus tersebut, Menteri Kesehatan Republik Indonesia Budi Gunadi Sadikin buka suara.

"Kalau kelebihan seperti itu dia harus dirawat, itu pasti ada sesuatu. Itu dirawat ke BPJS," ujar Budi Gunadi ketika ditemui detikcom di kawasan Jakarta Pusat.

Budi mengatakan, pihaknya akan berkoordinasi lebih lanjut kepada pihak Dinas Kesehatan (Dinkes) dan Bupati Kota Bekasi.

"Saya nanti bilang khusus ke kepala Dinkes Bekasi, saya belum intervensi langsung, tapi nanti saya bilang langsung," tutur Budi.

"Nanti saya akan telepon, saya akan minta tolong untuk diperhatikan. BPJS-nya, harusnya sih kita 'kan sudah 99 persen, harusnya sudah dicover BPJS-nya. Kalau nggak di-cover, nanti kita bantu," lanjutnya.

4. Dugaan Penyebab Menurut Dinkes
Di samping itu, Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Bekasi, dr Alamsyah, menduga tidak ada faktor genetik dan lingkungan di balik kondisi Kenzie. Kemungkinan, kondisi tersebut dipicu oleh beragam faktor mengingat Kenzie belum bisa makan berat layaknya orang dewasa.

"Nggak ada itu sih (faktor lingkungan). Justru orang tuanya ini justru kecil kalau yang kasus Kenzie ini, nggak gede. Saya belum bisa memastikan apa karena kan multifaktor. Harus pasti hormonnya harus diperiksa dan sebagainya," ujar dr Alamsyah saat ditemui di kawasan Jakarta Selatan, Selasa (22/2/2023).

"Tapi kalau terkait dengan pola makan kayaknya justru itu kan dia belum makan apa-apa selain susu si Kenzie ini. Kan baru umur satu tahun 4 bulan 27 kilogram," sambung dr Alamsyah.

dr Alamsyah menyebut, Kenzie kini dirujuk untuk menjalani penanganan oleh dokter spesialis gizi klinik di Rumah Sakit Ananda.






















Artikel ini telah tayang di health.detik.com dengan judul "Fakta-fakta Bayi Obesitas di Bekasi, Kondisi Terkini hingga Dugaan Penyebab"