Hagia Sophia

23 February 2023

Pasien Varian Kraken Miliki Gejala RIngan, Indonesia Sudah Kebal COVID-19?

Foto: Getty Images/iStockphoto/loops7

Kementerian Kesehatan RI melaporkan sudah ada sebanyak enam kasus COVID-19 dengan infeksi subvarian Omicron XBB.1.5 atau disebut varian Kraken di Indonesia. Sebagaimana disebut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) sebelumnya, varian ini merupakan yang paling menular dibandingkan varian-varian Corona lainnya.

Juru bicara Kementerian Kesehatan RI dr Mohammad Syahril melaporkan, seluruh pasien Kraken di RI tersebut mengalami gejala ringan, bahkan beberapa di antaranya tidak bergejala sama sekali. Lantas, apakah kondisi tersebut menandakan virus Corona melemah seiring waktu?

"Secara alamiah virus itu harus hidup sehingga mereka bermutasi untuk selalu hidup. Memang beberapa pengalaman yang lalu, mutasi virus yang terakhir-terakhir ini walaupun penyebarannya lebih cepat tetapi efeknya atau gejala yang ditimbulkan itu semakin ringan. Semakin tidak berat seperti sebelumnya," ungkapnya dalam konferensi pers Update Perkembangan COVID-19 di Indonesia, Senin (20/2/2023).

"Kita lihat dari Delta, kemudian Omicron BA1, BA2, BA 5 dan terakhir Kraken mudah-mudahan mereka semakin lama semakin lemah apalagi kita kita mempunyai suatu antibodi yang didapat secara alamiah maupun yang disuntikkan melalui vaksin," sambung Syahril.

Warga RI Sudah Kebal dari Corona?

Sebelumnya pada awal Februari 2023, Kemenkes RI melaporkan sebanyak 99 persen masyarakat Indonesia sudah memiliki antibodi terhadap virus Corona. Angka tersebut mengacu pada riset bersama Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia (FKM UI).

Namun menurut Kepala Badan Kebijakan Pembangunan Kesehatan (BKPK) Kemenkes RI, Syarifah Liza Munira, SE., MPP., Ph.D, setiap orang bisa memiliki kadar antibodi yang berbeda. Salah satu faktornya adalah riwayat kelengkapan dosis vaksin COVID-19.

"Kalau kita lihat sebagaimana disampaikan pakar FKM UI, kadar terbesar ada di booster yang sudah mendapatkan booster. Semakin lengkap status vaksinasi, semakin tinggi kadar antibodinya," jelas Liza dalam konferensi pers terkait hasil survei imunitas (sero survei) di Kemenkes RI, Jakarta Selatan, Jumat (3/2).

Dalam paparan tersebut juga dijelaskan, vaksin COVID-19 yang bisa beredar di masyarakat kini tidak bekerja mencegah infeksi virus Corona sepenuhnya. Vaksin tersebut berguna menekan risiko keparahan gejala jika seseorang terkena COVID-19.

"Utamanya adalah supaya tidak terjadi kasus penyakit COVID-19 yang berat atau meninggal. Infeksi bisa tetap terjadi. Karena dalam kondisi sekarang kita tidak mungkin melenyapkan COVID-19 ini. Jadi dia tetap berada Sars-COV-2," jelas Peneliti FKM UI Iwan Ariawan.






















Artikel ini telah tayang di health.detik.com dengan judul "6 Pasien COVID Kraken di RI Gejalanya Ringan, Tanda Warga Sudah Kebal Corona?"