Hagia Sophia

26 March 2023

Mungkinkah Virus Marburg Jadi Pandemi Berikutnya? Ini Peringatan WHO

Kasus virus marburg muncul lagi. (Foto: Getty Images/iStockphoto/ktsimage)

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) telah mengidentifikasi delapan kasus virus Marburg di Guinea Khatulistiwa. Dengan penambahan kasus, virus ini dikhawatirkan berpotensi menjadi pandemi selanjutnya.

Melihat kondisi ini, WHO mendesak otoritas kesehatan Afrika untuk meningkatkan pemantauan dan perawatan klinis. Diketahui, virus ini menyebar ke manusia dari kelelawar buah dan ditularkan melalui kontak langsung dengan cairan tubuh pasien yang terinfeksi.

"WHO memimpin uji coba vaksin dalam konteks keadaan darurat," kata Direktur Jenderal WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus, dikutip dari Financial Times.

Sejauh ini, belum ada vaksin atau antivirus yang disetujui untuk penyakit ini. Terkait pengobatannya, ini berfokus pada rehidrasi dan perawatan klinis pasien.

Direktur interim departemen koordinasi kesiagaan dan respons WHO, Abdirahman Mahamud, memuji tanggapan dari negara-negara dalam menangani wabah tersebut. Sebab, kasus virus Marburg berada di daerah terpencil.

Meski begitu, WHO menilai risiko yang ditimbulkan wabah virus Marburg sangat tinggi di tingkat nasional. Namun, jika dilihat dari tingkat global, kasus ini masih tergolong kecil.

"Kumpulan kasus yang dilaporkan di Guinea Khatulistiwa berjarak sekitar 150 km. Itu menunjukkan penularan virus yang lebih luas", menurut WHO.

Meningkatnya kasus virus Marburg di beberapa negara ini, WHO meminta agar negara-negara yang berdekatan dengan wilayah merebaknya virus untuk meningkatkan pengawasan dalam rangka mengurangi penularan.

Seperti yang diketahui, kasus baru virus Marburg diumumkan pada Kamis (23/3/2023). Karenanya, total kasus yang dikonfirmasi menjadi sembilan pasien, sementara suspek mencapai 20 orang. Wabah penyakit mematikan mirip Ebola ini diumumkan sejak Februari lalu, terdapat 20 kematian dilaporkan.

Dari delapan kasus baru, dua di antaranya berasal dari provinsi Kie-Ntem negara Afrika Tengah, empat dari provinsi Litoral dan dua dari provinsi Centre-Sur, kata WHO dalam sebuah pernyataan.
























Artikel ini telah tayang di health.detik.com dengan judul "Alert! Virus Marburg Meluas, Begini Wanti-wanti WHO"