Hagia Sophia

19 May 2023

Indonesia Masuk Negara Peringkat Tiga Dunia Terbanyak untuk Pengidap Hepatitis

Ilustrasi pasien dirawat. (Foto: Getty Images/iStockphoto/gorodenkoff)

Indonesia termasuk 20 negara dengan angka hepatitis terbesar di dunia, bahkan menempati peringkat ketiga. Khusus terkait hepatitis B, data Riskesdas 2013 dan 2019 menunjukkan ada peningkatan jumlah penduduk yang terpapar hepatitis di Indonesia.

Dari semula sebanyak 18 juta, kini menjadi sekitar 24 juta penduduk. Prevalensi kasus tertinggi memang masih dilaporkan pada usia produktif yakni 7 hingga 8 persen, tetapi pada usia 1-4 tahun juga relatif tinggi di angka 4,2 persen.

Banyak Tertular dari Mana?

Penularan terbanyak menurut juru bicara Kemenkes RI Mohammad Syahril berasal dari ibu hamil. Setiap tahun bahkan ada dua persen ibu hamil terpapar hepatitis B. Misalnya di 2022, sebanyak 50.744 positif hepatitis B.

Dari jumlah tersebut, sekitar 35 ribu bayi ikut tertular. Sayangnya, hanya 34 ribu di antaranya yang mendapatkan imunisasi hb0 dan HBg kurang dari 24 jam.

"Secara umum penularan hepatitis B maupun C dan D terjadi dari vertikal langsung ibu ke anak misalnya cairan tubuh, air ludah. Di sisi lain penularan juga bisa terjadi akibat cairan sperma, aktivitas seks tidak aman, tindik atau tato, penggunaan jarum suntik tidak steril pada pengguna narkoba," terang dia dalam konferensi pers Selasa (16/5/2023).

Pentingnya Vaksinasi

Demi mencegah tertular, pemerintah mengimbau masyarakat untuk tidak mengabaikan pentingnya vaksinasi.

"Rutin vaksin hepatitis B secara lengkap dan tepat," pesan dr Syahril.

Vaksinasi ini mencegah risiko penyakit berujung parah. dr Syahril menyebut sekitar 60 persen dari total orang yang terpapar bisa mengalami kanker hati. Mengacu pada data Riskesdas 2013, ada 900 ribu orang berisiko mengidap kanker hati.

Vaksin hepatitis B biasanya diberikan pada rangkaian tiga suntikan. Dosis pertama diberikan dalam waktu 24 jam setelah lahir. Dosis kedua diberikan satu sampai dua bulan setelah dosis pertama, dan dosis ketiga diberikan antara usia 6 bulan dan 18 bulan.

Vaksin ini juga direkomendasikan untuk mereka yang berusia hingga 60 tahun yang belum pernah mendapatkan vaksin dan mereka yang berusia 60 tahun ke atas yang berisiko tinggi.

Maraknya Stigma

"Contoh adanya stigma individu yang terinfeksi hepatitis B memiliki persepsi bahwa ia ditolak atau diberikan stereotipe negatif oleh lingkungannya karena statusnya," beber dia.

"Dan stigma struktural seperti pemecatan tenaga kerja dan penolakan penerimaan calon mahasiswa yang ditemukan hepatitis," pungkasnya.




























Artikel ini telah tayang di health.detik.com dengan judul "Biang Kerok RI Termasuk Negara Terbanyak Hepatitis di Dunia"