Hagia Sophia

17 August 2023

Wanita di China Lebih Milih Karier Dibandingkan Urus Keluarga

Potret warga di China. (Foto: AP/Mark Schiefelbein)

China diprediksi terus mengalami rekor penurunan angka kesuburan terendah. Pada 2022 angkanya diperkirakan berada di 1,09. Menurut National Business Daily, angka itu dilaporkan ketika pemerintah sudah mengerahkan segala cara mengatasi 'resesi seks' penurunan gairah berhubungan seks, menikah, dan memiliki anak yang berdampak pada penyusutan populasi.

Pusat Penelitian Kependudukan dan Pembangunan China menyebut negara mereka termasuk salah satu yang mencatat tingkat kesuburan terendah di antara negara-negara dengan populasi lebih dari 100 juta.

Tingkat kesuburan China sudah menjadi salah satu yang terendah di dunia bersama Korea Selatan, Taiwan, Hong Kong, dan Singapura. Dalam enam dekade, aging population atau populasi yang menua terjadi lebih cepat.

Insentif keuangan dan fasilitas perawatan anak yang ditawarkan bak tak efektif membuat warganya ingin memiliki anak atau berkeluarga. Presiden Xi Jinping pada bulan Mei memimpin pertemuan untuk mempelajari topik tersebut.

China mengatakan akan fokus pada pendidikan, sains dan teknologi untuk meningkatkan kualitas populasi dan berusaha untuk mempertahankan tingkat kesuburan di level sedang ini untuk mendukung pertumbuhan ekonomi di masa depan.

Biaya pengasuhan anak yang tinggi dan terpaksa menghentikan karier mereka telah membuat banyak wanita menunda memiliki lebih banyak anak atau enggan mempunyai bayi sama sekali. Diskriminasi gender dan stereotipe tradisional tentang perempuan yang mengasuh anak mereka, masih tersebar luas di seluruh wilayah China.

Pihak berwenang dalam beberapa bulan terakhir meningkatkan retorika tentang berbagi tugas mengasuh anak yakni menambahkan cuti ayah, tetapi program ini hanya terbatas di sejumlah provinsi China.

Asosiasi Keluarga Berencana Hong Kong mengatakan dalam rilis terpisah pada hari Selasa bahwa jumlah wanita tanpa anak di wilayah administrasi khusus China meningkat lebih dari dua kali lipat dari lima tahun lalu menjadi 43,2 persen tahun lalu.

Persentase pasangan dengan satu atau dua anak juga turun sementara jumlah rata-rata anak per wanita turun dari 1,3 pada 2017 ke rekor terendah 0,9 tahun lalu, menurut surveinya.


























Artikel ini telah tayang di health.detik.com dengan judul "Tingkat Kelahiran Anjlok, Wanita di China Lebih Pilih Karier daripada Urus Anak"