Hagia Sophia

18 September 2023

Heboh Ada Alien di Meksiko, Pakar: Mungkin Jasad Manusia di Modifikasi

Foto: REUTERS/HENRY ROMERO

Baru-baru ini viral dua jasad yang disebut 'alien' dipamerkan dalam sebuah acara resmi di Kongres Meksiko, pada Selasa (12/9). Tak sedikit para ilmuwan yang mengkritik terkait klaim jasad alien tersebut.

Dikutip dari LiveScience, tim yang terdiri dari jurnalis Meksiko Jaime Maussan dan dokter medis militer José de Jesús Zalce Benítez menampilkan dua jenazah yang tingginya tidak lebih dari 3,3 kaki (1 meter), tampak kurus dengan kulit keabu-abuan, serta kepala besar. Dua jenazah itu diletakan di kotak seperti peti mati.

Mereka juga membeberkan tes DNA sisa-sisa makhluk dengan perawakan 'alien' ini bukanlah manusia, dan perutnya menyimpan telur yang dapat digunakan untuk reproduksi. Jasad alien ini dilaporkan berasal dari Peru, usia kedua jenazah tersebut setidaknya 1.000 tahun lalu berdasarkan analisis radiokarbon.

Adapun penampakan artefak yang disebut alien ini sebenarnya sudah sempat menjadi berita utama pada tahun 2017 dan 2018. Pada saat itu, para ahli mengecam tubuh-tubuh tersebut karena merupakan bagian tubuh manusia yang dimanipulasi.

"Telah dibantah berdasarkan anatomi dan penelitian menunjukkan bahwa beberapa jenazah adalah mumi manusia yang sengaja dimanipulasi agar tampak asing," kata Andrew Nelson, ketua antropologi di Western University di Ontario.

Remains of an allegedly 'non-human' being is seen on display during a briefing on unidentified flying objects, known as UFOs, at the San Lazaro legislative palace, in Mexico City, Mexico September 12, 2023. REUTERS/Henry Romero Foto: REUTERS/HENRY ROMERO

"Sangat menyedihkan melihat klaim Jaime Maussan kembali ke internet yang telah dibantah dengan baik," imbuhnya lagi.

Nelson mengatakan, bisa saja kaki jenazah yang mirip dengan alien tersebut diciptakan dengan memutilasi kaki mumi manusia. Ia juga menambahkan, apabila jenazah tersebut benar berusia 1.000 tahun yang lalu dan berasal dari Peru, seharusnya ini menimbulkan pertanyaan apakah mereka dijarah dan bagaimana mereka meninggalkan negara tersebut.

"Meskipun Maussan mengklaim memiliki bukti CT, C-14 dan DNA, dia belum menyajikan bukti tersebut untuk ditinjau oleh komunitas ilmiah," imbuhnya lagi.

Di sisi lain, ilmuwan lain mengatakan apabila jasad 'alien' tersebut nantinya terbukti adalah mayat manusia, maka pihak yang terlibat dalam klaim tersebut harus menghadapi konsekuensi hukum.

"Harus ditangkap dan diadili atas dasar hukum apa pun yang mungkin berlaku karena mengeksploitasi atau menodai jenazah manusia," Ken Feder, seorang profesor arkeologi di Central Connecticut State University.


























Artikel ini telah tayang di health.detik.com dengan judul "Viral Alien di Meksiko, Pakar Sebut Kemungkinan Jasad Manusia yang Dimodifikasi"