Hagia Sophia

18 September 2023

Virus Nipah Bawa Korban di India, Pakar: Ada Potensi Masuk Indonesia

Virus Nipah menyebabkan dua kematian di India (Foto: REUTERS/Stringer Acquire Licensing Rights)

Virus Nipah kembali bikin India ketar-ketir, tepatnya di Kerala dengan dua kasus kematian. Ini adalah kali keempat Kerala mencatat penyebaran virus mematikan tersebut, dengan angka kematian mencapai 75 persen.

Pada Rabu (13/9/2023), sebanyak 706 warga, termasuk 153 di antaranya petugas kesehatan India telah menjalani tes untuk mengetahui kemungkinan penularan virus. Sementara dua kasus kematian dilaporkan pada 30 Agustus 2023.

"Saat ini sudah lebih banyak orang yang dites, fasilitas isolasi akan disediakan," sebut Pinarayi Vijayan, Menteri Utama Kerala, mengatakan dalam sebuah pernyataan. Ia meminta masyarakat menghindari pertemuan publik sementara di distrik Kozhikode selama 10 hari ke depan.

Menyoroti hal itu, ahli epidemiologi Dicky Budiman dari Universitas Griffith Australia menyebut penyebaran virus Nipah di Asia relatif tinggi. Selain India, jauh sebelum itu Malaysia juga melaporkan penyebaran kasus Nipah yang bermula di peternakan babi.

"Di Indonesia artinya potensinya ada, tetapi ini tentu dalam konteks Indonesia relatif cukup sulit, karena kemampuan mendeteksi masih cukup lemah khususnya infeksi-infeksi baru, karena sistem deteksi kita belum secara memadai diperbaiki setelah pandemi," tutur dia saat dihubungi detikcom Kamis (14/9/2023).

Tak hanya menular melalui kontak dengan hewan maupun makanan yang terkontaminasi, tetapi juga virus mematikan ini bisa menular antarmanusia. Masa inkubasi atau munculnya gejala setelah terpapar bisa sampai sebulan atau bahkan 45 hari.

Karenanya, Dicky meminta kepada pemerintah agar konsep karantina bagi pendatang terus diberlakukan. Belajar dari kasus pandemi COVID-19, pemerintah harus bersiap dengan kemungkinan munculnya pandemi, hingga epidemi yang diprediksi 'bangkit' dalam lima tahun ke depan.

"Apakah kita harus menutup penerbangan? Iya tidak, tapi dalam kondisi aman sekalipun seperti saat ini pasca pandemi penguatan pintu masuk negara itu tetap harus dijaga," beber Dicky saat dihubungi Kamis (14/9).

"Kalau ada sensor kita menunjukkan dengan demam kita harus tetap verifikasi dia ada gejala lain nggak di tubuhnya, dari negara yang sedang mengalami wabah apa? KKP harus selalu update," sambungnya.


























Artikel ini telah tayang di health.detik.com dengan judul "Geger Virus Nipah Makan Korban di India, Epidemiolog Sebut Ada Potensi Masuk RI"