Hagia Sophia

06 September 2023

Hidup Lagi Setelah Kematian, Ini Penjelasan Ilmiahnya

Foto ilustrasi: Getty Images/iStockphoto/sezer66

Kasus 'hidup setelah kematian' atau mati suri dialami segelintir orang, seperti yang terjadi pada Michele Eason Simone di Amerika Serikat. Ia mengaku hampir tewas saat tenggelam di laut, dan melihat sekelebat kenangan sebelum pingsan.

"Saya mulai merasa seperti akan pingsan, tapi sebelum saya pingsan, kehidupan singkat saya terlintas di depan mata saya," kata Eason Simone, yang saat itu berusia 21 tahun.

Berdasarkan penelitian, pengalaman mendekati kematian itu dikenal sebagai Near Death Experiences atau NDE. Itu terjadi selama episode tunggal yang mengancam jiwa saat tubuh terluka akibat trauma benda tumpul, serangan jantung, asfiksia, syok, dan sebagainya.

Dikutip dari laman Scientific American, NDE bukanlah sebuah imajinasi yang mewah tapi tidak menyakitkan. Ketika itu terjadi, seseorang akan merasa seperti bebas dari rasa sakit, melihat cahaya terang di ujung terowongan, hingga terlepas dari tubuhnya bahkan terbang ke luar angkasa (out of body experience).

Pada kondisi itu, seseorang juga bisa bertemu dengan sosok yang dicintai, hidup atau mati, hingga makhluk spiritual seperti malaikat. Ada beberapa penjelasan fisiologis yang mendasari persepsi ini, seperti terowongan penglihatan yang semakin menyempit.

Berkurangnya aliran darah ke bagian tepi penglihatan retina berarti hilangnya penglihatan terjadi terlebih dahulu.

NDE dapat berupa pengalaman positif atau negatif. Ada yang merasakan tekanan dan berhubungan dengan perasaan kehadiran yang luar biasa, sesuatu yang numinous, ilahi. Keterputusan yang mengejutkan memisahkan trauma besar pada tubuh dan kedamaian serta, perasaan menyatu dengan alam semesta.

Namun tidak semua NDE membawa kebahagiaan. Beberapa di antaranya bisa menakutkan, ditandai dengan teror yang hebat, penderitaan, kesepian, dan keputusasaan.

Pengalaman NDE ini dilaporkan oleh sekitar 17 persen orang yang hampir meninggal. Bisa terjadi pada anak-anak hingga orang dewasa di seluruh dunia.

Dialami Orang yang 'Hampir Mati'

Seseorang dianggap 'hampir mati' jika kondisi fisiknya sangat lemah, jika tidak membaik diperkirakan akan mengalami kematian permanen. Menurut pendiri Near-Death Experience Research Foundation, Jeffrey Long MD, orang yang mengalami mendekati kematian (NDE) umumnya tidak sadarkan diri dan mungkin memerlukan resusitasi jantung paru.

"Komponen 'pengalaman' dari NDE harus terjadi ketika mereka berada di ambang kematian. Selain itu, pengalaman tersebut harus cukup jelas, sehingga tidak termasuk ingatan yang terpisah-pisah atau singkat dan tidak teratur," jelas Long yang dikutip dari NCBI.

"Agar suatu pengalaman dapat diklasifikasikan sebagai NDE, skala NDE harus mempunyai skor tujuh atau lebih. Skala NDE menanyakan 16 pertanyaan tentang isi NDE dan merupakan skala yang paling tervalidasi untuk membantu membedakan NDE dari jenis NDE lainnya," sambungnya.

Dikutip dari The Guardian, berdasarkan penelitian 'The Observer', NDE terbagi dalam dua kategori besar, yakni:

Transendensi
Kondisi itu digambarkan sebagai 'perjalanan kesadaran ke wilayah atau dimensi asing. Namun, itu juga mencakup fenomena kehidupan yang melintas di depan mata.

Autoskopi
Kondisi tersebut merupakan pengalaman saat seseorang seolah-olah berada di luar dan melihat tubuhnya sendiri.

Menurut penelitian ahli jantung Dr Michael Sabom, seseorang yang mengalami fenomena NDE justru mengubah kehidupannya. Mereka yang mengalami NDE menunjukkan tekad yang kuat untuk menyelesaikan urusan dan menjadi sosok yang berbeda.

"Mereka juga menunjukkan tekad yang kuat 'untuk menyelesaikan urusan yang belum selesai dalam kehidupan sehari-hari dengan kemampuan terbaik mereka'," kata Dr Sabom

"Pengalaman mendekati kematian mungkin terasa sangat menyenangkan, tetapi pengalaman tersebut juga tampaknya memberikan semangat baru dalam hidup," tuturnya.




























Artikel ini telah tayang di health.detik.com dengan judul "Penjelasan Ilmiah di Balik Kasus Mati Suri, Hidup Lagi Setelah Kematian"