Hagia Sophia

06 September 2023

Alami Pendarahan Fatal dan Meninggal, Wanita 44 Tahun Ini Gagal Operasi Bariatrik

Foto ilustrasi: Getty Images/iStockphoto/Liudmila Chernetska

Seorang wanita meninggal dunia pasca gagal menjalani operasi penurunan berat badan di Turki. Berdasarkan keterangan petugas setempat, itu terjadi karena petugas medis yang tidak bisa membendung perdarahan internal pasiennya.

Wanita 44 tahun bernama Emma Morrissey itu berangkat ke Turki untuk melakukan gastric sleeve surgery atau prosedur bedah bariatrik. Prosedur itu dilakukan untuk menghilangkan sebagian besar lemak di bagian perut dan memperkecil perut, untuk membatasi kalori serta mengurangi sinyal lapar.

Dikutip dari The Sun, Emma memutuskan untuk keluar negeri karena tidak memenuhi persyaratan untuk bisa mendapatkan pengobatan gratis di NHS. Menurut tim penyelidikan, biaya untuk prosedur tersebut di rumah sakit swasta di Inggris memang cukup mahal.

Operasi dilakukan pada 8 Juli 2022 yang seharusnya menghabiskan waktu selama tiga jam saja. Tetapi, tunangan Emma Jonathan Burt mendapat kabar bahwa operasi itu harus lebih lama dari biasanya karena komplikasi.

Jonathan dikabarkan Emma saat itu sudah dalam kondisi kritis. Sampai akhirnya, ibu dua anak itu dinyatakan meninggal dunia pada pukul 12.45 waktu setempat karena perdarahan internal, yang memicu terjadinya beberapa kali serangan jantung.

Keluarga Emma diberitahu oleh pihak rumah sakit swasta bahwa prosedur itu dihentikan untuk mengatasi perdarahan yang terjadi. Namun, tim medis tetap melanjutkan operasinya.

Sertifikat kematian medis yang diberikan oleh dokter di Turki mencantumkan penyebab kematiannya sebagai penyebab alami, dengan alasan serangan jantung.

Namun dalam kesimpulannya di Pengadilan Pemeriksa Cheshire di Warrington, petugas koroner senior Jacqueline Devonish mengatakan Emma bisa saja selamat.

"Seandainya perdarahannya dapat dihentikan pada saat penemuan, Emma akan selamat," kata Jacqueline Devonish.

"Ada bukti bahwa perut Emma telah menjalani prosedur dan telah dijepit," sambung dia.

Perawatan yang ditawarkan kepada Emma tidak mengandung faktor pembekuan dan trombosit yang cukup untuk membendung perdarahan. Petugas pemeriksa mayat tidak setuju dengan sertifikat kematian yang diberikan di Turki dan malah mencatat penyebabnya sebagai 'syok dan perdarahan akibat ligamen yang pecah akibat operasi pelapis lambung'.

Ahli patologi independen Dr Mark Lord mengatakan pada sidang tersebut bahwa jika ahli bedah menghentikan operasi dan membendung kehilangan darah saat pertama kali diketahui, Emma, dari Birchwood, Cheshire, tidak akan meninggal.

Dia menjelaskan bahwa tidak ada pemeriksaan mayat yang dilakukan terhadap jenazah Emma di Turki. Selain itu, tidak ada bukti bahwa jenazah tersebut telah dibalsem sesuai standar yang biasa terlihat di Inggris.




























Artikel ini telah tayang di health.detik.com dengan judul "Wanita 44 Tahun Gagal Operasi Bariatrik Berujung Meninggal, Alami Perdarahan Fatal"