Hagia Sophia

03 September 2023

Ingin Sepatu Karbon Tapi Takut Bone Stress Injury? Ini Tipsnya

Foto ilustrasi: Getty Images/iStockphoto/lzf

Sepatu dengan fitur carbon plate memang hits di kalangan pelari rekreasional. Sepatu ini merupakan jenis sepatu atletik yang memiliki lapisan karbon dan dirancang untuk memberikan efek seperti pegas saat kaki menapak ke tanah. Tujuannya, untuk memberikan dorongan ekstra ketika kaki menyentuh tanah maupun meningkatkan kecepatan.

Banyak pelari menggemari sepatu ini karena klaimnya dapat meningkatkan performa dengan mengeluarkan sedikit energi. Akan tetapi, penggunaan sepatu ini tak bisa sembarangan. Mengapa demikian?

Dokter spesialis kedokteran olahraga dr Andi Kurniawan, SpKO, baru-baru ini membagikan pengalamannya menghadapi sejumlah kasus bone stress injury yang umumnya dialami pengguna sepatu karbon.

"Kasus bone stress injury ke-3 pelari dalam 4 sd 6 minggu terakhir. Semuanya related sepatu carbon," terang dr Andi dalam unggahan Instagram Story pribadinya @dokandi.

Apa sih kaitan bone stress injueriy dan sepatu karbon?

Menurut dr Andi, bone stress injuries adalah cedera pada tulang yang belum mencapai tingkat patah tulang, tetapi telah mencapai tahap ketika tulang merasakan tekanan berlebihan.

Meskipun dapat meningkatkan potensi terjadinya kondisi tersebut, dr Andi menegaskan bahwa sepatu karbon bukanlah penyebab utamanya melainkan faktor perilaku pelari.

"Kalau cedera, itu tidak lepas dari bahwa bebannya itu melebihi kapasitas. Sebenernya pelari itu tipenya overuse, jadi overuse itu beda sama trauma. Kalau trauma itu jatoh, kepentok, kepukul, dan segala macem. Kalau overuse itu ada repetitif terus menerus gerakan yang menyebabkan cedera pada lokasi tersebut. Nah, overuse itu biasanya terjadi ketika beban melebihi dari kapasitas," jelasnya dalam perbincangan dengan detikcom, Jumat (01/09/2023).

"Nah, jadi sebenarnya bukan carbon platenya justru mungkin, tapi perilaku pelarinya. Perilaku dan pola latihan pelarinya," lanjut dr Andi.

Ronald Manullang, seorang pegiat lari marathon dan pebisnis, pun juga mengatakan hal serupa. Menurutnya, sepatu tidak bisa disalahkan ketika seseorang mengalami cedera.

"Jadi persiapan aku di New York Marathon, aku punya dua sepatu dan hampir di semua latihan aku menggunakan sepatu karbon. Pada akhirnya waktu di marathon aku mengalami fracture dari kilometer ke-8 sampai ke-42," katanya dalam perbincangan dengan detikcom, Sabtu (02/09)

"Kebanyakan orang-orang, termasuk saya juga melakukan kesalahan yang sama adalah semua satu jenis sepatu saya gunakan untuk semua latihan," jelas Ronald.

Menurut Ronald, sepatu karbon hanya memperburuk situasi ketika digunakan secara tidak bijak dan berlebihan.

Tips dan Saran Menggunakan Sepatu Karbon

Sepatu karbon memang efektif untuk meningkatkan performa lari, namun penggunaannya harus bijaksana dan sesuai dengan kondisi maupun tujuan pribadi masing-masing pelari.

Berikut beberapa saran untuk menggunakan sepatu karbon dari Ronald Manullang:

1. Banyak-banyak membaca dan mencari informasi
Sebelum memutuskan untuk menggunakan sepatu karbon, rajinlan mencari informasi tentang jenis sepatu dan kegunaannya. Pahami bagaimana sepatu ini berbeda dari sepatu biasa.

"Harus banyak-banyak membaca, mencari informasi. Karena jenis karbon juga berbeda-beda, ada yang semi karbon, full karbon," ungkap Ronald.

2. Pahami kebutuhan diri
Mengetahui kondisi tubuh adalah kunci. Misalnya, seperti memastikan bagaimana kemampuan lari, apa tujuan latihannya, dan bagaimana kondisi kesehatan fisik adalah pertanyaan yang harus dipertimbangkan dalam memilih sepatu yang tepat.

Ronald menyarankan untuk meningkatkan kemampuan lari sebelum beralih ke sepatu karbon. Pastikan juga sudah memiliki dasar yang kuat dalam lari.

"Kalau teman-teman baru yang pengen pake sepatu karbon sah-sah saja, tetapi lebih baik ningkatin kemampuan kakinya dulu aja sebelum sampe memilih sepatu karbon," ujarnya.

"Pengguna baru harus lebih bijaksana (tahu) kita tuh ada di tahap yang mana, harus tau mengelompokkan dirinya di mana sih sebenernya," lanjutnya lagi.

3. Rotasi penggunaan sepatu lari
Penting bagi pelari untuk memiliki beberapa sepatu lari dengan jenis yang berbeda. Misalnya sepatu karbon cocok untuk latihan kecepatan atau kompetisi, sementara sepatu biasa lebih baik untuk latihan pemulihan atau easy run.

"Aku saran buat temen-temen ada minimal tiga sepatu. Sepatu buat rotasinya. Jadi sepatu race ya gunakan untuk race, sepatu untuk latihan speed sama long run bisa jadi satu sepatu, recovery sama easy run bisa satu sepatu. Jadi harus punya berapa jenis gitu loh. Karena sepatu juga punya umurnya," tutur Ronald.

"Aku punya untuk recovery run, sepatunya memang lebih bulky, lebih berat, karena kita tidak dipaksa untuk latihan speed dengan sepatu itu. Untuk jogging, bukan untuk latihan kecepatan," lanjutnya.

4. Perilaku dan pola latihan yang tepat
Selain sepatu, perilaku pelari dan pola latihan yang bijaksana juga sangat berpengaruh. Hindari berlebihan dalam latihan dan jaga keseimbangan antara beban dan pemulihan.

Ronald menegaskan bahwa lari memerlukan proses.

"Pada dasarnya olahraga ini bukan olahraga yang instan, harus dibentuk. Jadi, teman-teman perlu dasarnya juga. Teknik larinya apakah sudah benar? Apakah recoverynya sudah benar?" katanya.

Penggunaan sepatu karbon bisa memberikan manfaat, tetapi pengguna harus bijak dalam memilih, memahami risikonya, dan menjaga perilaku latihan yang sehat. Dengan pengetahuan dan pemahaman yang baik, pelari dapat meminimalkan risiko cedera dan berlari dengan aman.



























Artikel ini telah tayang di health.detik.com dengan judul "Kepincut Sepatu Karbon, Tapi Kepikiran Bone Stress Injury? Tenang, Ikuti Saran Ini"