Hagia Sophia

13 October 2023

WHO Minta Akses Penuh untuk Bantuan Kesehatan Perang Israel vs Hamas

Foto: Reuters

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengulangi seruannya untuk mengakhiri permusuhan yang menyebabkan penderitaan tak terhitung di Israel dan Jalur Gaza. Dalam keterangan WHO, mereka menyoroti lebih dari 1.000 orang tewas dan banyak lagi yang terluka menyusul aksi militan Hamas di Israel.

Mereka menambahkan sebanyak 900 orang tewas dan ribuan terluka dalam beberapa hari pemboman Israel di Gaza.

"WHO telah menawarkan bantuan kepada pejabat kesehatan di Israel dan wilayah Palestina yang diduduki," tulis WHO dikutip dari laman resminya, Rabu (11/10/2023).

Pada tanggal 9 Oktober, Direktur Jenderal WHO Dr Tedros Adhanom Ghebreyesus bertemu dengan Presiden Mesir Abdel Fattah El-Sisi, yang menyetujui permintaan WHO untuk memfasilitasi pengiriman pasokan kesehatan dan kemanusiaan lainnya dari WHO ke Gaza melalui penyeberangan Rafah. Dia menegaskan koridor kemanusiaan seperti ini harus dilindungi.

Di Jalur Gaza, rumah sakit menggunakan generator cadangan karena bahan bakarnya kemungkinan akan habis dalam beberapa hari mendatang. Mereka telah kehabisan pasokan yang telah disiapkan WHO sebelum eskalasi terjadi.

Respons kesehatan yang menyelamatkan nyawa kini bergantung pada penyediaan pasokan baru dan bahan bakar ke fasilitas layanan kesehatan secepat mungkin.

"WHO segera berupaya untuk mendapatkan pasokan medis secara lokal untuk memenuhi permintaan, dan menyiapkan pasokan dari Pusat Logistik Medis Global di Dubai, UEA," tambahnya.

Badan Kesehatan PBB itu juga sangat prihatin dengan kesehatan dan kesejahteraan para sandera, termasuk warga sipil lanjut usia, yang diculik dari Israel oleh Hamas dalam serangan pada 7 Oktober. Kebutuhan kesehatan dan medis para sandera harus segera ditangani, dan mereka menyerukan pembebasan mereka dengan aman.


























Artikel ini telah tayang di health.detik.com dengan judul "WHO Desak Akses Penuh Bantuan Kesehatan Imbas Perang Israel Vs Hamas"