Hagia Sophia

28 November 2023

Tips untuk Perlambat Penuaan dan Hidup Lebih Lama

Ilustrasi. Foto: Getty Images/iStockphoto/mamypuk

Setiap orang akan mengalami penuaan di kehidupannya. Namun, dengan menggabungkan gaya hidup sehat dan perawatan diri, seseorang dapat menjaga kesehatan tubuh dan pikiran mereka. Walhasil, jiwa dan raganya akan relatif lebih muda dibandingkan dengan usia biologisnya.

Meskipun proses alamiah penuaan tidak dapat dicegah, terdapat langkah-langkah sederhana yang terbukti dapat memperlambatnya, lho! Dikutip dari The Healthy, berikut adalah 7 rahasia simpel untuk memperlambat penuaan dan hidup lebih lama.

1. Peduli terhadap orang lain dan optimis
Dua studi terbaru menunjukkan ada rahasia yang mengharukan untuk hidup lebih lama, yakni dengan bersikap peduli terhadap orang lain.

Salah satu bentuk kepedulian adalah dengan merawat orang yang dicintainya. Terlepas dari stres yang dialami sehari-hari, pria dan wanita yang meluangkan waktu untuk merawat pasangannya dapat mengurangi risiko kematian sebesar 36 persen selama tujuh tahun, demikian temuan para peneliti di University of Michigan di Ann Arbor.

Kunci lainnya adalah sikap optimistis. Dari 100.000 wanita dalam studi Women's Health Initiative, mereka yang dinilai optimistis oleh kuesioner khusus memiliki kemungkinan 14 persen lebih kecil untuk meninggal dunia dibandingkan mereka yang pesimis selama delapan tahun pertama penelitian.

2. Memiliki tujuan hidup
Seseorang yang memiliki tujuan, sesederhana memiliki rencana perjalanan yang ingin dilakukan dan buku-buku yang ingin dibaca, memiliki keunggulan untuk bertahan hidup dibandingkan orang-orang yang tidak memiliki tujuan.

Adapun temuan ini dilakukan oleh para peneliti di Rush University Medical Center di Chicago dengan mewawancarai lebih dari 1.200 orang dewasa yang lebih tua. Dalam jangka waktu lima tahun, lansia yang memiliki niat dan tujuan yang pasti memiliki kemungkinan setengah lebih kecil untuk meninggal dibandingkan lansia yang tidak memiliki tujuan.

3. Cukup terpapar sinar matahari
Kadar vitamin D yang rendah telah dikaitkan dengan osteoporosis, diabetes, hipertensi, dan kanker. Bahkan, menurut penelitian baru, orang dewasa yang tidak mendapatkan cukup 'vitamin sinar matahari' memiliki kemungkinan 26 persen lebih besar untuk meninggal lebih awal.

Selain minum susu terfortifikasi, ahli juga menyarankan untuk mendapatkan sinar matahari tengah hari (pukul 11.00-15.00) selama 10 hingga 15 menit beberapa hari dalam seminggu, dan oleskan tabir surya setelah beberapa menit tersebut.

4. Melakukan kebiasaan sehat untuk memperbaiki DNA
Ya, DNA seseorang dapat diperbaiki. Caranya, yakni dengan melakukan kebiasaan sehat. Hal ini diungkapkan oleh Dr Dean Ornish dan pemenang Hadiah Nobel Dr Elizabeth Blackburn dalam suatu penelitian.

Subjek penelitian mereka mengonsumsi makanan vegetarian dengan 10 persen kalori dari lemak, berjalan kaki 30 menit enam hari seminggu, melakukan teknik mengurangi stres, dan menghadiri kelompok dukungan setiap minggu.

Hasilnya? Selain penurunan kolesterol LDL dan tingkat stres, terjadi juga peningkatan telomerase sebesar 29 persen pada orang-orang ini. Enzim ini memperbaiki dan memperpanjang telomer, yaitu protein kompleks kecil di ujung kromosom yang sangat penting untuk kekebalan dan umur panjang.

Sebaliknya, telomer yang pendek dan tingkat telomerase yang rendah menandakan peningkatan risiko penyakit jantung dan kanker, serta kemungkinan buruk jika seseorang jatuh sakit.

5. Menjaga jantung tetap terpompa
Dua hal terpenting yang dapat dilakukan untuk tetap awet muda dan sehat adalah jalan kaki. Jika seseorang tidak bisa berjalan sekitar 400 meter dalam lima menit, peluang untuk meninggal dalam waktu tiga tahun akan meningkat drastis. Namun, berjalan kaki selama 15 menit saja sudah memberikan manfaat kesehatan.

Selain itu, hal terpenting agar jantung tetap berdetak adalah dengan membangun komunitas dan menghindari isolasi diri.

6. Mengurangi konsumsi daging merah
Sebuah penelitian terhadap 545.000 orang Amerika menemukan bahwa orang yang makan sekitar 4 ons (sekitar 113 gram) danging sapi atau babi setiap hari memiliki kemungkinan 30 persen lebih besar untuk meninggal lebih awal, dibandingkan dengan mereka yang mengonsumsi 1 ons (sekitar 28 gram) atau kurang setiap hari.

Meskipun penelitian sebelumnya telah mengaitkan pola makan yang banyak mengandung daging merah dengan risiko penyakit jantung dan kanker usus besar yang lebih besar, penelitian ini adalah penelitian besar pertama yang melihat bagaimana hal tersebut memengaruhi harapan hidup seseorang.

7. Melakukan olahraga rutin
Berolahraga secara teratur tidak hanya menjaga berat badan, tetapi juga meningkatkan sirkulasi darah, memperkuat otot, dan mendukung kesehatan jantung. Aktivitas fisik dapat membantu menjaga kebugaran fisik dan mental.

Jika tidak terbiasa, mulailah dengan olahraga yang mudah, seperti berjalan kaki sore dengan pasangan. Selain menyenangkan, aktivitas ringan ini dapat meningkatkan suasana hati seseorang.



























Artikel ini telah tayang di health.detik.com dengan judul "7 Rahasia untuk Perlambat Penuaan, Bisa Bikin Panjang Umur!"