Hagia Sophia

28 March 2026

Lapisan Licin di Peralatan Dapur, Bisa Jadi Tandanya Banyak Bakteri

Kontaminasi bakteri di alat rumah tangga bisa memicu infeksi. Foto: Getty Images/solidcolours

Permukaan alat rumah tangga yang terasa licin sering kali dianggap sepele, bahkan hanya dikira kotor biasa. Padahal, kondisi ini bisa menjadi tanda adanya biofilm, yaitu lapisan tipis berlendir yang terbentuk akibat kumpulan mikroorganisme seperti bakteri atau alga yang menempel dan berkembang di suatu permukaan.

Biofilm umumnya muncul pada area yang lembap atau jarang dibersihkan, termasuk pada peralatan rumah tangga yang bersentuhan dengan air maupun makanan. Tanpa disadari, lapisan ini dapat menjadi tempat berkumpulnya mikroba yang berpotensi memengaruhi kebersihan dan keamanan penggunaan sehari-hari.

Lantas, seperti apa sebenarnya biofilm itu dan bagaimana ciri-cirinya?

Apa Itu Biofilm? Lapisan Licin yang Jadi Tanda Adanya Mikroba

Biofilm adalah lapisan tipis yang terbentuk dari kumpulan mikroorganisme seperti bakteri, jamur, atau alga yang menempel dan berkembang di suatu permukaan. Dalam kajian ilmiah, biofilm dijelaskan sebagai komunitas mikroba yang melekat dan dilindungi oleh lapisan zat lengket yang mereka hasilkan sendiri, yang dikenal sebagai Extracellular Polymeric Substances (EPS). Konsep ini juga dijelaskan dalam studi yang dipublikasikan di jurnal Science. Lapisan inilah yang membuat permukaan terasa licin atau berlendir saat disentuh.

Proses terbentuknya biofilm merupakan hal yang alami. Mikroorganisme akan menempel pada suatu permukaan, kemudian berkembang biak dan membentuk semacam "komunitas" yang terlindungi dalam lapisan tersebut. Studi mikrobiologi juga menunjukkan bahwa matriks pelindung dalam biofilm membuat mikroorganisme lebih tahan terhadap lingkungan dan lebih sulit dihilangkan meski sudah dibersihkan, sebagaimana dijelaskan dalam penelitian yang dipublikasikan di jurnal Nature Reviews Microbiology.

Biofilm dapat terbentuk di berbagai permukaan, terutama yang sering terpapar air atau berada dalam kondisi lembap, karena kondisi tersebut mendukung pertumbuhan mikroorganisme. Tak hanya di lingkungan alami, lapisan ini juga bisa muncul pada peralatan rumah tangga sehari-hari, terutama jika kebersihannya tidak terjaga dengan optimal.

Permukaan Terasa Licin? Ini Ciri Biofilm Menurut Dokter

Salah satu tanda paling mudah dikenali dari biofilm adalah permukaan yang terasa licin saat disentuh. Kondisi ini sering dianggap sepele atau hanya dikira kotor biasa, padahal bisa menjadi tanda adanya lapisan yang tidak kasat mata di permukaan.

Praktisi kesehatan dr Anton D Saputra, SpA, AIFO-K mengatakan, sensasi licin ini berasal dari lapisan yang terbentuk di permukaan, sehingga terasa berbeda dibandingkan permukaan yang benar-benar bersih.

"Lapisannya kayak licin. Kayak ada lumutnya lah. Nah itu memang artinya pasti di situ ada makhluk hidup, bisa bakteri atau alga yang ngebuat lapisan, sehingga kalau kita pegang licin. Kayak lantai kamar mandi ngelicin ya. Nah itu kita nyebutnya biofilm," jelas dr Anton.

Karena tidak selalu terlihat jelas, biofilm kerap tidak disadari keberadaannya. Permukaan yang masih terasa licin, meski sudah dibersihkan sekilas, bisa menjadi tanda bahwa lapisan tersebut belum benar-benar hilang.

Selain terasa licin, biofilm juga dapat ditandai dengan perubahan lain pada permukaan. Misalnya, permukaan tampak lebih kusam, muncul bau tidak sedap, atau terasa sulit benar-benar bersih meski sudah dicuci. Dalam kajian mikrobiologi, biofilm memang dikenal membentuk lapisan pelindung yang membuat mikroorganisme lebih tahan dan tidak mudah hilang dengan pembersihan sederhana.

Biofilm Bisa Muncul di Peralatan Rumah Tangga yang Jarang Dibersihkan

Biofilm dapat terbentuk pada berbagai peralatan rumah tangga, terutama pada bagian yang sulit dijangkau atau tidak dibersihkan secara rutin. Area seperti celah sempit, permukaan yang sering terkena air, atau bagian dalam alat yang jarang dibongkar menjadi tempat yang ideal bagi mikroorganisme untuk menempel.

Kondisi lembap semakin mendukung terbentuknya biofilm. Sisa air pada permukaan dapat menjadi media bagi mikroba untuk hidup, sehingga lapisan licin lebih mudah terbentuk jika kebersihan tidak dijaga secara optimal.

Dalam studi mikrobiologi, biofilm diketahui menjadi cara utama mikroorganisme bertahan hidup dengan membentuk komunitas di suatu permukaan. Mikroorganisme dalam biofilm juga dilindungi oleh lapisan yang membuatnya menempel lebih kuat dan lebih sulit dihilangkan dengan pembersihan biasa.

Bahkan, penelitian menunjukkan mikroba dalam biofilm dapat memiliki ketahanan sekitar 10 hingga 1.000 kali lebih tinggi dibandingkan mikroorganisme yang tidak menempel di permukaan. Temuan ini juga dilaporkan dalam studi yang dimuat di jurnal Nature Reviews Microbiology.

Menurut dr Anton, bagian-bagian yang tidak terjangkau saat dibersihkan justru berisiko menjadi tempat berkembangnya bakteri. "Walaupun sudah dibersihkan pakai air dan sabun, kadang-kadang di sela-sela itu bisa tetap menjadi sarang untuk bakteri bertumbuh," ujar dr Anton.

Selain itu, permukaan yang rusak atau berpori juga dapat memperparah kondisi tersebut. "Kalau suatu alat makan mengalami karat, itu akan membentuk pori-pori, sehingga lebih gampang bakteri untuk tumbuh di sana," tambahnya.

Meski sering dianggap sepele, perubahan pada permukaan alat rumah tangga seperti rasa licin bisa menjadi petunjuk adanya lapisan mikroorganisme.

Karena itu, penting untuk menjaga kebersihan peralatan secara rutin dan menyeluruh, termasuk pada bagian-bagian yang sulit dijangkau. Membersihkan secara optimal serta memastikan kondisi alat tetap baik dapat membantu mengurangi risiko terbentuknya biofilm dan menjaga keamanan penggunaan sehari-hari.

Dengan memahami tanda-tandanya sejak dini, masyarakat diharapkan bisa lebih waspada dan tidak menganggap remeh perubahan kecil seperti permukaan yang terasa licin.

























Artikel ini telah tayang di health.detik.com dengan judul "Ada Lapisan Licin di Alat Rumah Tangga? Hati-hati, Bisa Jadi Tandanya Banyak Bakteri"