![]() |
| Foto: Getty Images/Kateryna Onyshchuk |
Diperkirakan lebih dari 200 ribu warga baru didiagnosis mengidap penyakit ginjal kronis atau chronic kidney disease (CKD). Data ini didapatkan dalam empat tahun terakhir.
Data Survei Kesehatan Penduduk Nasional atau National Population Health Survey (NPHS) terbaru, dirilis Kementerian Kesehatan Singapura pada Oktober 2025. Data tersebut menunjukkan prevalensi CKD pada warga usia 18 hingga 74 tahun meningkat, menjadi 13,9 persen pada periode 2023 hingga 2024.
Angkanya naik signifikan dibandingkan pada periode 2019-2020, yakni sebesar 8,7 persen. Temuan ini didapatkan melalui pemeriksaan sampel darah dan urine responden survei.
Dugaan Pemicu CKD di Singapura
Kementerian Kesehatan Singapura menyebut dari hasil survei NPHS, prevalensi CKD paling tinggi ditemukan pada pasien yang memiliki riwayat kondisi diabetes dan hipertensi sekaligus. Jumlahnya mencapai 47,4 persen.
Stadium atau Tahapan CKD
Direktur medis National Kidney Foundation. Dr Jason Choo, menjelaskan CKD terdiri dari lima stadium.
"Tahap 1 berarti terdapat beberapa kerusakan ginjal, seperti adanya protein dalam urine, tetapi organ tersebut masih berfungsi," terangnya yang dikutip dari The Straits Times.
Tahapan yang paling parah adalah tahap 5, yang disebut sebagai gagal ginjal stadium akhir. Itu merupakan kondisi saat pasien harus membutuhkan dialisis (cuci darah) hingga transplantasi ginjal.
Direktur Chinatown Family Medicine Clinic, Dr Jonathan Yeo, juga menekankan pentingnya deteksi dini. Sebab, CKD seringkali tidak menunjukkan gejala hingga masuk stadium lanjut.
"Pada saat mereka menyadari ginjal mereka telah melemah secara signifikan, kerusakan tersebut sudah tidak dapat dipulihkan lagi," beber Dr Yeo.
Selain itu, Dr Yeo pun meluruskan anggapan tanda atau gejala yang kerap dikaitkan dengan gangguan ginjal. Salah satunya nyeri punggung atau nyeri di area ginjal.
Ia juga meluruskan anggapan gangguan ginjal selalu ditandai nyeri punggung atau nyeri di area ginjal.
"CKD sebagian besar tidak menunjukkan gejala sampai pasien mencapai stadium akhir gagal ginjal, jadi mentalitas 'tidak ada gejala berarti saya pasti sehat' adalah keliru," pungkasnya.
Artikel ini telah tayang di health.detik.com dengan judul "Lebih dari 200 Ribu Warga Singapura Kena Penyakit Ginjal Kronis, Inikah Pemicunya?"
