Hagia Sophia

19 May 2026

Kenapa Ada Minuman 'Less Sugar' Masuk Kategori C-D?

Label C-D Nutri Level untuk minuman 'no sugar'. Foto: infografis detikHealth

Mulai diterapkannya Nutri Level di sejumlah gerai minuman kekinian rupanya menghadirkan sejumlah fakta mengejutkan. Beberapa minuman yang dilabel 'less sugar' dan bahkan 'no sugar' ternyata tidak otomatis masuk level A alias 'paling sehat', tapi justru ada yang masuk level terbawah yakni C dan D.

Sebagai contoh, minuman Grape with Green Tea di daftar menu Xing Fu Tang masuk kategori C meski menu tersebut diberi label 'no sugar'. Bahkan menu Ovaltine Milk yang juga berlabel 'no sugar' masuk kategori D.

Selain itu, beberapa minuman berbasis americano yang biasanya identik dengan rasa pahit ternyata juga masuk kategori C dan D. Di antaranya Triple Peach Americano dan Berry Manuka Americano di daftar menu Fore Coffee.

Kenapa bisa demikian?

Menkes Budi G Sadikin menunjukkan menu gerai kopi kekinian dengan label nutri-level. Foto: Devandra Abi Prasetyo/detikHealth

Penting diingat, penilaian dalam sistem Nutri-Level tidak hanya melihat gula tambahan semata. Beberapa minuman dengan label less sugar hingga no sugar tetap bisa mendapat nilai C atau D karena kandungan lain seperti gula alami, lemak jenuh, hingga natrium.

Banyak orang mengira label 'no sugar' berarti minuman tersebut otomatis lebih sehat. Padahal, dalam sistem Nutri-Level, penilaian tidak hanya melihat ada atau tidaknya gula tambahan, tetapi juga mempertimbangkan kandungan gula total, lemak jenuh, dan natrium per 100 ml produk.

Karena itu, minuman dengan label less sugar maupun no sugar tetap bisa mendapat nilai C atau D apabila kandungan komponen lainnya masih tergolong tinggi.

Menurut dokter spesialis gizi klinik dr Tjandraningrum, M.Gizi, SpGK, Subsp.KM, minuman dengan label no sugar tetap bisa mengandung gula alami, terutama bila menggunakan buah atau sirup perasa buah.

"Walaupun dia no sugar tapi tetap ada gula. Di buah itu ada namanya gula buah," jelasnya saat dihubungi detikcom, Kamis (14/5/2026).

Ia juga mengingatkan penggunaan sirup perasa buah tetap dapat menyumbang gula pada minuman. "Apalagi grape sirup, itu kan pasti mengandung gula," lanjutnya.

Menurut dr Tjandraningrum, buah yang sudah diolah menjadi jus cenderung lebih cepat diserap tubuh dibanding buah utuh. Selain itu, beberapa minuman juga menggunakan campuran cream, mousse, krimer, maupun topping tambahan yang dapat meningkatkan kadar lemak jenuh dan total kalori.

Hal inilah yang membuat sebagian minuman kekinian tetap mendapat nilai nutrisi yang kurang baik meski kadar gula tambahannya sudah dikurangi.

Komponen dalam Minuman Kekinian yang Sering Tak Disadari

Tak hanya gula, sejumlah bahan tambahan dalam minuman kekinian juga dapat memengaruhi penilaian Nutri-Level. Cream, mousse, krimer, hingga susu full cream umumnya mengandung lemak jenuh yang dapat meningkatkan total kalori minuman.

Tambahan topping seperti boba, jelly, whipped cream, maupun saus karamel dan cokelat juga dapat membuat kandungan gula dan energinya semakin tinggi. Belum lagi ukuran minuman yang besar, sehingga total asupan gula, lemak, dan kalori yang dikonsumsi ikut bertambah.

Karena itu, label no sugar tidak selalu berarti minuman tersebut rendah kalori atau sepenuhnya sehat. Selain memperhatikan klaim pada menu, masyarakat juga disarankan melihat komposisi dan porsi minuman yang dikonsumsi.

Nutri-Level Bukan Patokan Mutlak Sehat atau Tidak

Meski dapat membantu konsumen memahami kandungan gizi minuman, Nutri-Level bukan penentu mutlak apakah suatu produk sehat atau tidak. Label ini lebih berfungsi sebagai panduan awal agar konsumen lebih bijak dalam memilih makanan dan minuman.

Penilaian gizi tetap perlu dilihat secara menyeluruh, termasuk dari komposisi bahan, porsi konsumsi, aktivitas fisik, hingga pola makan sehari-hari. Sebab, kebutuhan setiap orang bisa berbeda-beda.

Karena itu, masyarakat disarankan tidak hanya terpaku pada huruf atau warna pada label Nutri-Level, tetapi juga memahami kandungan dan frekuensi konsumsi produk tersebut.

























Artikel ini telah tayang di health.detik.com dengan judul "Nutri Level Mulai Diterapkan, Kenapa Ada Minuman 'Less Sugar' Masuk Kategori C-D?"