Hagia Sophia

07 May 2026

Pengakuan Warga Korsel yang Hidup di Tengah Budaya Gila Kerja

Foto ilustrasi: Getty Images/travelism

Ratusan anak muda di Seoul, Korea Selatan, berkumpul di taman tepi Sungai Han pada Sabtu (2/5/2026), bukan untuk olahraga atau festival musik. Mereka datang untuk satu hal sederhana yang sulit didapat, yakni tidur.

Pemerintah kota setempat menggelar 'kontes tidur siang singkat', sebuah acara tahunan yang kini memasuki tahun ketiga. Di tengah budaya kerja yang padat dan kompetitif, ajang ini menjadi pelarian bagi warga, terutama generasi muda, yang kekurangan waktu istirahat.

Cuma Tidur 3-4 Jam Per Hari

Salah satu peserta, Park Jun-seok (20) mengungkapkan realitas yang dihadapi banyak anak muda di Korea Selatan. Ia menjalani persiapan ujian dan pekerjaan paruh waktu sekaligus.

"Antara persiapan ujian dan pekerjaan paruh waktu, saya hanya tidur 3-4 jam setiap malam. Ditambah tidur siang di meja kerja," bebernya, dikutip dari CNA.

Jun-seok sengaja datang ke kontes dengan memakai jubah ala raja Dinasti Joseon.

"Di sini, saya datang untuk memamerkan kemampuan tidur siang, untuk menunjukkan bagaimana seorang raja tidur," kata dia.

Insomnia Jadi Masalah Nyata

Peserta lainnya, Yoo Mi-yeon (24), juga berbagi pengalaman serupa. Ia mengalami insomnia, kesulitan tidur dan mudah terbangun.

Ia bahkan menggunakan kostum koala, hewan yang dikenal suka tidur.

"Koala terkenal karena tidurnya yang nyenyak. Saya datang dengan berpakaian seperti koala dengan harapan bisa meminjam sedikit keajaiban mereka," sambungnya.

Fenomena gila kerja ini bukan terjadi tanpa alasan. Data dari Organisation for Economic Co-Operation and Development menunjukkan Korea Selatan termasuk negara dengan tingkat lembur tinggi dan jam tidur terendah di antara negara maju.

Kehidupan di kota besar seperti Seoul yang dipenuhi pusat aktivitas 24 jam, tekanan akademik, dan tuntutan kerja tinggi membuat banyak warga hidup dalam kondisi kurang tidur kronis.

Pemenang dari kompetisi ini ada 2, yakni pria berusia 80 tahun dan di posisi kedua diraih oleh Hwang Du-seong (37). Ia memutuskan mengikuti kontes ini karena merasa benar-benar kelelahan.

"Saya benar-benar kelelahan, karena sering bekerja shift malam di samping pergi bekerja setiap hari, ditambah lagi saya juga sering mengemudi untuk bekerja," tutur Du-seong.

"Jadi ketika saya melihat kontes ini, saya bertekad untuk tidur agar dapat mengisi ulang energi sepenuhnya... dan saya sangat senang bisa meraih juara kedua," pungkasnya.

























Artikel ini telah tayang di health.detik.com dengan judul "Pengakuan Warga Korsel Hidup di Tengah Budaya Gila Kerja, Tidur Cuma 3 Jam Sehari"