Hagia Sophia

09 February 2023

Indonesia Nihil Gelombang Baru Omicron, Ini Penjelasan Menkes

COVID-19 di Indonesia. (Foto: Grandyos Zafna)

Situasi COVID-19 di Indonesia dinilai relatif terkendali. Peraturan PPKM (Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat) pun sudah dicabut dan masyarakat sudah bisa mulai beraktivitas lebih bebas.

Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengungkapkan beberapa faktor yang menyebabkan Indonesia bisa 'nihil' gelombang varian COVID-19 Omicron baru.

"Indonesia termasuk satu dari beberapa negara di dunia yang sudah bisa mencegah adanya gelombang baru sejak 12 bulan terakhir," ucap Menkes Budi dalam rapat kerja bersama Komisi IX DPR RI, Rabu (8/2/2023).

Lebih lanjut, Menkes Budi menjelaskan jika situasi di Indonesia jauh lebih baik ketimbang negara-negara lain yang mengalami lonjakan kasus.

"Banyak negara di Eropa saat terjadi gelombang omicron BA.4, BA.5 pada Juli, Agustus, mengalami kasus kenaikan yang tinggi dan ada beberapa negara di Asia yang kenaikannya tinggi seperti di Jepang dan China di bulan November Desember lalu. Sebenarnya kesimpulan berbasis sains yang kita amati, kenaikan kasus itu terjadi karena adanya varian baru. Bukan karena mobilitas atau acara-acara," sambung Menkes Budi.

Menkes Budi menjelaskan, faktor pertama yang bisa membuat Indonesia bebas dari gelombang baru adalah karena kecepatan mengidentifikasi varian baru dari COVID-19 secara cepat.

"Indonesia mempersiapkan diri, strategi penanganan pandemi salah satunya yang utama adalah memastikan kita memiliki kemampuan untuk mengidentifikasi varian baru menggunakan teknologi genome sequence. Ini kita gunakan teknologi genome sequence untuk mengetahui musuh kita seperti apa, ada di mana dan tipenya apa," jelas Menkes Budi.

Tak hanya itu saja, Menkes Budi menyatakan jika faktor lain yang membuat Indonesia aman dari gelombang baru COVID-19 adalah karena rutin melakukan sero survei. Sero survei ini dilakukan untuk memeriksa antibodi SARS-CoV-2 yang ada di tubuh masyarakat Indonesia.

"Strategi yang kedua adalah kesiapan daya tahan kita sendiri. Nah, itu kita lakukan secara scientific juga menggunakan sero survei. Sejak Desember 2021 kita lakukan setiap 6 bulan sekali," jelas Menkes Budi.

"Ini mengukur kemampuan daya tahan kita terhadap serangan musuh-musuh yang tadi. Nah, antibodi ini bisa dibangun melalui vaksinasi dan melalui infeksi. Jadi antibodi ini bisa dibangun secara buatan atau secara alamiah karena tertular," pungkasnya.

























Artikel ini telah tayang di health.detik.com dengan judul "Diungkap Menkes, Ternyata Ini Resep RI Nihil Gelombang Baru Omicron"