Hagia Sophia

09 February 2023

Waspadai Kanker Mata Retinoblastoma yang Terjadi pada Anak dan Balita

Gejala retinoblastoma atau kanker mata salah satunya seperti mata kucing (Foto: Getty Images/ferrantraite)

Salah satu jenis kanker anak yang kerap ditemui adalah kanker mata retinoblastoma. Retinoblastoma adalah tumor ganas primer pada mata yang paling sering dijumpai pada bayi dan anak-anak berusia 5 tahun ke bawah.

Meskipun tergolong sebagai kelainan yang langka alias tidak banyak ditemukan, penyakit ini penting untuk diwaspadai karena cukup berbahaya. Penyakit ini tak hanya dapat mengakibatkan kebutaan atau kerusakan mata secara permanen, tetapi juga dapat menyebabkan kematian.

"Di Rumah Sakit Dr. Cipto Mangunkusomo (RSCM) ada sekitar 40 kasus baru per tahun. Dikit kelihatannya ya," kata Prof dr Rita Sita Sitorus, PhD, SpM(K), dokter spesialis mata anak saat ditemui detikcom di Jakarta Pusat, Jumat (3/2/2023).

"Tapi kenapa jadi concern? Karena kasus retinoblastoma mematikan dan dia termasuk kelainan yang menyebabkan kematian anak nomor 2 di Indonesia berdasarkan data dari RSCM. Yang pertama kematian karena leukemia, leukemia itu kanker darah, dan yang kedua karena kanker retinoblastoma," jelas pengajar di Departemen Ilmu Kesehatan Mata Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia-RS Cipto Mangunkusumo (FKUI-RSCM) tersebut.

Lebih lanjut, Prof dr Rita juga menjelaskan bahwa penyebab dari kanker jenis ini belum diketahui secara pasti. Ada berbagai spekulasi tentang penyebabnya mulai dari gizi hingga infeksi virus, namun penyebab pastinya hingga kini belum diketahui.

"Kalau penyebab secara molekuler adalah mutasi genetik, gen RB1 namanya," tuturnya.

Menurut Prof Rita, walaupun tergolong sebagai tumor ganas, retinoblastoma dapat diobati bila ditemukan dalam kondisi stadium dini. Peluang kesembuhannya tergantung pada kondisi saat terdeteksi.

"Makin dia dini, makin tinggi angka kesembuhannya, baik secara fungsi, secara ditahannya bola mata nggak diangkat, maupun secara kehidupan, kalau ditemukan dini," ucapnya.

Maka dari itu, deteksi dini penyakit ini menjadi suatu hal yang krusial. Untuk dapat mendeteksi penyakit ini, penting untuk mengetahui tanda-tanda retinoblastoma yang paling banyak ditemukan pada anak.

"Manik matanya warnanya putih yang paling sering. Dan kalau sudah putih ini yang terbanyak, tapi sayangnya sudah menunjukkan stadium yang bukan dini. Yang dini ada di dalam bola mata itu nggak kelihatan, kalo yang masih kecil nggak bisa dideteksi dengan mata kasat, ada dengan alat khusus bisa," jelas Prof Rita lebih lanjut.

Kondisi leukoria atau manik mata putih dapat ditandai dengan mata yang tampak bersinar kekuningan di tempat gelap layaknya mata kucing atau adanya bayangan putih pada bagian tengah mata.

Selain itu, terdapat juga beberapa gejala lain yang dapat dijumpai, seperti:
  • Mata juling
  • Mata merah: Bilik mata depan memerah karena berisi darah atau hifema
  • Peradangan mata
  • Bola mata yang menonjol atau proptosis
  • Adanya gangguan penglihatan
  • Rasa nyeri atau sakit pada mata
Bila menemukan gejala-gejala tersebut pada anak, Prof Rita menganjurkan untuk segera membawa anak ke dokter untuk pemeriksaan lebih lanjut.

Jika terus dibiarkan atau tidak diobati secara tepat, tumor berisiko berkembang dan menyebar ke bagian tubuh lain, seperti sumsum tulang dan otak yang akan mengancam tumbuh kembang juga keselamatan anak.






















Artikel ini telah tayang di health.detik.com dengan judul "Mata si Kecil Menyala bak Mata Kucing? Waspadai Kanker Mata Retinoblastoma"