Hagia Sophia

08 May 2023

Inikah yang Membuat Partisipasi Pria Rendah dalam Pemakaian Kontrasepsi?

Ilustrasi kondom. (Foto: Getty Images/iStockphoto)

Partisipasi pria dalam program keluarga berencana (KB) masih sangat rendah. Muncul laporan, sebagian masyarakat masih memandang pemakaian kontrasepsi hanyalah tugas perempuan.

Menurut data Sistem Informasi Keluarga (New Siga) BKKBN tahun 2022, jumlah kepesertaan pria dalam melakukan keluarga berencana yaitu dengan kondom sebesar 2,2 persen dan vasektomi sebesar 0,25. Capaian total 2,48 persen peserta KB pria tidak sampai dari separuh target sebesar 5,33 persen.

Padahal, dibandingkan KB wanita, alat kontrasepsi pada pria lebih tak banyak risiko. Rendahnya capaian penggunaan alat kontrasepsi pada pria banyak dipenuhi mitos.

"Masih kentalnya salah pemahaman bahwa KB adalah urusan ibu-ibu. Mitos atau salah persepsi bahwa vasektomi sama seperti kebiri yang menyebabkan hilangnya gairah, dan masih jarangnya tokoh dan pemuka masyarakat yang meneladankan ber-KB menjadi penyebab utama rendahnya capaian KB Pria khususnya vasektomi," ucap Kepala BKKBN DIY Shodiqin, SH MM dikutip dari rilis resminya, Minggu (7/5/2023).

Terpisah, Kepala BKKBN dr Hasto Wardoyo mengatakan stigma yang melekat kuat menjadi tantangan program KB pada pria di Indonesia. Padahal, peran ayah dalam program KB juga penting dalam membangun keluarga yang berkualitas.

Dalam Peran KB menurut dr Hasto juga terkait dengan asas keadilan gender. Selain itu keikutsertaan ayah dalam merencanakan kehamilan dapat membantu menurunkan prevalensi anak kerdil atau stunting.

Hasto menyayangkan masih banyak mitos mengenai keperkasaan pria yang mengikuti program KB. Masih banyak yang percaya penggunaan KB membuat pria menjadi lemah syahwat atau tidak perkasa bahkan tak subur. Padahal mitos tersebut adalah hal yang salah.

"Pria itu begini, ada yang merasa kalau dia ikut Metode Operasi Pria (vasektomi) itu dia ditak menjadi perjaka lagi. Itu kan isu yang harus diluruskan," ucap dr Hasto.

B bukan hanya sebagai upaya penurunan angka kelahiran, namun juga berkaitan dengan tujuan pemenuhan hak-hak reproduksi, maupun promosi, pencegahan dan penanganan masalah kesehatan reproduksi dan seksualitas, serta kesehatan dan kesejahteraan ibu dan bayi.





























Artikel ini telah tayang di health.detik.com dengan judul "Alasan Bapak-bapak di RI Masih Enggan Pakai Kontrasepsi untuk KB"