Hagia Sophia

15 September 2023

Suka Makan Jengkol? Ini Saran Dokter Agar Ginjal Tidak Rusak

istimewa

Jengkol menjadi salah satu santapan favorit masyarakat Indonesia karena rasanya yang khas. Namun hati-hati, terlalu banyak makan jengkol bisa bikin kejengkolan.

Jengkolic acid atau asam jengkolat memang terbukti bisa menyebabkan kerusakan ginjal dan ada risiko gagal ginjal kronis jika mengonsumsi jengkol terus menerus. Kondisi tersebut terjadi ketika tubuh tidak mampu memetabolisme zat-zat yang ada di dalam jengkol yang memicu munculnya kristal di ginjal.

"Kristal itu melukai ginjalnya, saluran kencingnya. Bentuknya seperti serpihan batu," ungkap spesialis penyakit dalam dr Andi Khomeini, SpPD(K) kepada detikcom.

Asam jengkolat merupakan sejenis asam amino yang terkandung dalam biji jengkol. Endapan asam jengkolat membentuk kristal berujung runcing yang bisa melukai pembuluh darah di ginjal dan saluran kencing.

Ketika dikonsumsi berlebihan atau pada orang dengan riwayat penyakit tertentu, kristal-kristal tersebut mudah menyatu yang mengakibatkan susah kencing atau sakit saat kencing.

Agar tidak memicu kerusakan ginjal, penting untuk selalu menjaga hidrasi dan cukupi kebutuhan air putih saat mengonsumsi jengkol. Bagi pasien diabetes atau hipertensi, monitor kondisi kesehatan sangat penting sebab kondisi tersebut juga bisa mempercepat kerusakan ginjal.

"Ketika ingin konsumsi jengkol agar aman bisa diamati dari keluarga, bagaimana sistem metabolismenya, biasanya mirip. Selebihnya bisa konsultasikan ke dokter karena ada orang yang tahan dengan makanan tertentu tapi yang lain tidak," pungkas dr Koko.


























Artikel ini telah tayang di health.detik.com dengan judul "Doyan Makan Jengkol? Ini Saran Dokter Biar Nggak Kejengkolan dan Ginjal Rusak"