Hagia Sophia

29 September 2023

Tiba-tiba Pusing dan Sempoyongan? Kira-kira Apa Penyebabnya?

Foto: Pradita Utama

Sempoyongan dan kliyengan, atau perasaan pusing, adalah dua kondisi umum dikeluhkan banyak orang. Terkadang, kondisi ini muncul ketika seseorang mengalami kelelahan ekstrim setelah banyak beraktivitas.

Tapi pernahkah Anda merasa pusing atau sempoyongan, meski tidak sedang melakukan apa-apa? Kira-kira apa penyebabnya ya?

Spesialis jantung dan pembuluh darah, sekaligus Presiden Indonesian Heart Rhythm Society (InaHRS), dr Sunu Budhi Raharjo, SpJP(K), mengungkapkan kliyengan atau sempoyongan bisa saja menjadi pertanda seseorang mengidap gangguan pada jantung. Lebih tepatnya, orang tersebut mungkin mengalami gangguan irama jantung atau yang disebut juga dengan aritmia.

Aritmia adalah gangguan irama jantung yang menyebabkan jantung berdetak secara tidak normal, entah itu terlalu lambat, cepat, atau bahkan tak beraturan. dr Sunu menjelaskan selain jantung yang berdebar aritmia juga kerap ditandai dengan perasaan kliyengan dan sempoyongan.

"Yang paling sering berkaitan dengan gangguan irama jantung, berdebar itu paling banyak, tapi jangan lupa sempoyongan dan kliyengan itu sangat mungkin disebabkan oleh kekurangan suplai oksigen saat denyut jantung kita tidak kuat," ujarnya saat ditemui detikcom dalam acara Indonesia Heart Walk 2023, Kamis (28/9/2023).

Lebih lanjut, dr Sunu menuturkan tanda-tanda aritmia juga bisa dideteksi dengan meraba denyut nadi. Jika denyut nadi terlalu lambat, cepat, atau tak beraturan, serta disertai kliyengan dan sempoyongan, maka segera periksakan diri ke rumah sakit untuk mendeteksi ada aritmia atau tidak.

"Denyut nadi kita sebenarnya mewakili denyut jantung kita. Kalau terlalu lambat dalam keadaan istirahat, misalnya 40 atau 50, ditambah kita ada rasa sempoyongan atau kliyengan, artinya darah yang ke otak kita oksigennya tidak cukup. Itulah yang menyebabkan darah kekurangan oksigen," imbuhnya.

"Kalau terlalu cepat, misalnya sampai 110-120 dalam keadaan exercise mungkin nggak terlalu masalah, tapi kalau sampai 200 bahkan lebih dari itu, terus disertai gejala sempoyongan kliyengan, itu lebih berbahaya lagi. Harus segera ke rumah sakit," sambungnya.

dr Sunu juga menganjurkan orang memeriksakan diri ke rumah sakit saat mengalami detak jantung yang sangat cepat. Sebab, kondisi tersebut bisa berisiko menyebabkan kematian jantung mendadak.

"Yang paling kita khawatirkan adalah denyut yang super cepat yang bikin kematian jantung mendadak. Itu adalah gangguan irama jantung juga," pungkasnya.




























Artikel ini telah tayang di health.detik.com dengan judul "Mendadak Pusing dan Sempoyongan? Waspada, Jangan-jangan gegara Masalah Jantung"