Hagia Sophia

29 September 2023

Penyakit Demam Berdarah di Bangladesh Hampir Menewaskan Seribu Orang

Ilustrasi situasi di Bangladesh (Foto: AP/Mahmud Hossain Opu)

Hampir seribu orang di Bangladesh meninggal dunia karena penyakit demam berdarah (DBD) beberapa pekan terakhir. Pihak berwenang bahkan menyebut ini merupakan wabah penyakit paling parah di negara tersebut.

Musim hujan yang luar biasa basah memudahkan nyamuk pembawa virus demam berdarah berkembang biak di air yang kotor dan tergenang. Para pejabat setempat telah berjuang untuk mencegah penyebaran penyakit ini dan rumah sakit kewalahan lantaran banyak warga yang terpapar.

Demam berdarah merupakan endemik di negara-negara tropis dan wabah sering terjadi di daerah perkotaan dengan sanitasi yang buruk, sehingga memungkinkan nyamuk pembawa virus berkembang biak.

Dulunya penyakit ini merupakan penyakit musiman di Bangladesh, namun karena musim hujan yang lebih panas dan basah akibat perubahan iklim, penyakit ini menjadi lebih sering terjadi sejak wabah pertama kali tercatat pada 2000.

Pejabat kesehatan masyarakat mengatakan gelombang infeksi saat ini membuat negara ini lengah, karena gelombang ini disebabkan oleh jenis virus yang lebih kuat.

Para dokter mencatat bahwa kondisi pasien demam berdarah saat ini memburuk jauh lebih cepat dibandingkan beberapa tahun terakhir.

"Hingga 20 orang meninggal karena demam berdarah setiap hari selama dua bulan terakhir dan jumlah kematian tahun ini telah melampaui jumlah total kematian dalam 22 tahun terakhir," kata para pejabat, dikutip dari BBC.

Bangladesh telah meluncurkan kampanye kesadaran masyarakat untuk mencegah terbentuknya tempat berkembang biak nyamuk. Namun menurut Dr Mushtaq Hussain, pakar kesehatan masyarakat, masih banyak yang perlu dilakukan oleh pemerintah untuk menangani wabah tersebut.

"Mereka yang khawatir menganggap penyakit ini mungkin hanya bersifat sementara, dan akan hilang setelah beberapa hari, sehingga tidak ada tindakan efektif atau jangka panjang yang diambil," katanya kepada BBC Bengali.

Infeksi demam berdarah telah dilaporkan di seluruh 64 distrik di Bangladesh, menurut Organisasi Kesehatan Dunia. Ratusan pasien demam berdarah telah memenuhi rumah sakit di ibu kota Dhaka untuk mencari pengobatan, namun sebagian besar fasilitas kesehatan kelebihan kapasitas.

Rumah sakit juga kekurangan cairan infus, yang sangat penting untuk pengobatan karena pasien demam berdarah sering mengalami dehidrasi. Dalam kasus yang parah, demam berdarah menyebabkan pendarahan internal yang dapat menyebabkan kematian. Gejalanya meliputi sakit kepala, mual, nyeri sendi, dan otot.




























Artikel ini telah tayang di health.detik.com dengan judul "Nyaris Seribu Orang di Bangladesh Tewas gegara Penyakit Mematikan Ini"