![]() |
| Foto: Tangkapan layar viral di Thread |
'Susu Sekolah Program MBG' kembali ramai disorot netizen. Kali ini bukan berkaitan dengan kadar susu yang tidak mencapai 50 persen dalam satu kemasan, tetapi produk tersebut dijual di sejumlah minimarket.
Temuan ini dilaporkan salah satu netizen dalam sebuah utas Thread. Ia mengaku kaget melihat produk susu kemasan 125 ml itu dijual dengan harga berkisar Rp 4 ribu per kemasan.
Bukan tanpa alasan, pertanyaan ini muncul lantaran 'Susu Sekolah Program MBG' jelas mencantumkan keterangan tidak untuk dijual. Sejumlah spekulasi termasuk dugaan satuan pelayanan pemenuhan gizi (SPPG) menjual stok sisa pun mencuat.
Susu kemasan 125 ml itu terlihat dipasarkan dengan harga sekitar Rp 4.000 per kemasan, atau sekitar Rp 138.000 per dus.
"Agak kaget, syok nemu ini, padahal tertera ada tulisan SUSU GRATIS PROGRAM MBG. TIDAK UNTUK DIPERJUALBELIKAN, tapi kok bisa diperjualbelikan di minimarket," beber salah satu netizen dalam utasannya di Thread.
"Sushi MBG kok diperjualbelikan? Susunya juga cuma 30 persen, mana Rp 4 ribuan," timpal yang lain.
"Aneh banget tulisannya aja susu gratis," komentar netizen lain.
Produsen Buka Suara
Corporate Secretary Ultrajaya Helina Widayani menyampaikan pihak perusahaan telah melakukan penelusuran terkait temuan tersebut di lapangan.
"Kami sudah melakukan penelusuran ke toko tersebut, stok susu sekolah tersebut telah diturunkan dari rak dan tidak dijual kembali. Pihak pemasok yang menjual susu sekolah ke outlet tersebut sudah kami stop pengirimannya dan tidak akan diberikan pasokan susu sekolah di masa mendatang," beber Helina saat dikonfirmasi detikcom Kamis (2/4/2026).
Ia menegaskan langkah ini merupakan bentuk komitmen perusahaan dalam menjaga integritas distribusi produk, khususnya yang berkaitan dengan program sosial seperti penyaluran melalui dapur MBG.
Menurut Helina, produk 'Susu Sekolah' memiliki jalur distribusi khusus agar tepat sasaran. Karena itu, segala bentuk penyimpangan, termasuk penjualan di kanal ritel umum, tidak dapat ditoleransi.
Ke depan, Ultrajaya memastikan akan memperketat pengawasan terhadap rantai distribusi guna mencegah kejadian serupa terulang kembali.
BGN Turun Tangan?
Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Prof Dadan Hindayana, menyatakan pihaknya baru saja menerima laporan terkait temuan tersebut. Hingga saat ini, BGN belum melakukan pemeriksaan lebih lanjut.
Ia juga menegaskan BGN tidak memiliki kerja sama dengan produsen manapun untuk memproduksi susu khusus bagi program MBG.
"BGN tidak memiliki komitmen dengan produsen mana pun terkait produksi susu khusus sekolah," tegasnya.
Di sisi lain, muncul berbagai dugaan dari masyarakat mengenai bagaimana produk tersebut bisa beredar di pasaran. Salah satu spekulasi menyebutkan kemungkinan adanya pihak pengelola dapur MBG yang juga memiliki toko, sehingga sisa stok yang seharusnya untuk program tersebut dijual kembali.
Meski begitu, hingga kini BGN belum memberikan penjelasan lebih lanjut terkait berbagai dugaan tersebut.
Artikel ini telah tayang di health.detik.com dengan judul "Polemik 'Susu Sekolah Program MBG': Labelnya Gratis, Dijual di Minimarket Rp 4 Ribu"
