![]() |
| Foto: Thinkstock |
Brasov, nail polish lokal teridentifikasi Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM RI) mengandung pewarna K10. Dalam jangka panjang, bisa berisiko memicu kanker.
Produk tersebut ditarik bersamaan dengan 10 kosmetik lain yang juga mengandung bahan berbahaya dan cemaran di luar ambang batas aman. Berdasarkan hasil pengawasan triwulan I tahun 2026, Kepala BPOM RI Taruna Ikrar menindak empat merek kosmetik hasil kontrak produksi, dua merek kosmetik lokal, dua merek kosmetik impor, serta tiga merek kosmetik tanpa izin edar (TIE).
"Seluruh produk tersebut telah melalui pengujian laboratorium BPOM dan dinyatakan tidak memenuhi persyaratan keamanan," beber Taruna baru-baru ini.
Dalam pengawasannya, BPOM menemukan sejumlah bahan berbahaya dan dilarang pada produk-produk tersebut, di antaranya asam retinoat, deksametason, hidrokinon, merkuri, pewarna merah K10, hingga senyawa 1,4-dioksan.
"Temuan kosmetik mengandung bahan-bahan ini berpotensi menimbulkan risiko dan dampak serius bagi kesehatan masyarakat," kata Taruna.
Menanggapi temuan BPOM, Brasov menyampaikan klarifikasi sekaligus permohonan maaf kepada masyarakat. Pihak perusahaan mengaku telah melakukan pengecekan ulang terhadap seluruh lini produk nail polish mereka di laboratorium terakreditasi.
Brasov juga telah menarik dan mengarantina secara massal produk nail polish varian No. 125 yang teridentifikasi mengandung pewarna merah K10. Tak hanya itu, seluruh stok produk tersebut turut dimusnahkan dan disaksikan langsung oleh petugas BPOM.
"Demi memastikan keselamatan pelanggan secara keseluruhan, kami juga menguji varian nail polish lainnya di laboratorium," tulis Brasov dalam pernyataan resminya, dikutip Selasa (12/5/2026).
Berdasarkan hasil pengujian tersebut, Brasov mengklaim tidak ditemukan kandungan zat berbahaya pada varian produk lainnya sehingga dinilai tetap aman digunakan konsumen.
Perusahaan juga menegaskan komitmennya untuk mematuhi seluruh regulasi BPOM dan terus menghadirkan produk kosmetik yang aman serta berkualitas.
"Kami akan terus patuh pada seluruh regulasi BPOM dan berkomitmen menghadirkan produk yang aman dan berkualitas," lanjut pernyataan tersebut.
Di akhir klarifikasinya, Brasov turut menyampaikan permohonan maaf atas keresahan yang timbul di tengah masyarakat akibat temuan tersebut.
"Kami juga menyampaikan permintaan maaf atas kekhawatiran yang muncul karena produk kami," tulis Brasov.
Artikel ini telah tayang di health.detik.com dengan judul "Brasov Angkat Bicara usai BPOM Temukan Kandungan Picu Kanker"
