Hagia Sophia

18 May 2026

Gejala Awal Hantavirus yang Mewabah di Kapal MV Hondius

Foto ilustrasi: Getty Images/kemalbas

Wabah hantavirus mematikan di kapal pesiar MV Hondius memicu kekhawatiran global terkait potensi penyebaran virus ke berbagai negara. Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengeluarkan sejumlah rekomendasi untuk membatasi penularan virus langka tersebut.

WHO menyebut hampir 150 orang yang berada di atas kapal saat tiba di Kepulauan Canary, Spanyol, pada 10 Mei 2026 dikategorikan sebagai kontak yang 'berisiko tinggi'.

Direktur Kesiapsiagaan Epidemi dan Pandemi WHO Maria Van Kerkhove mengatakan seluruh penumpang dan awak kapal direkomendasikan menjalani karantina dan isolasi selama enam minggu.

"Bagi orang yang kembali ke rumah, rekomendasi kami adalah pemantauan aktif dan tindak lanjut, serta pemeriksaan harian terhadap gejala di rumah. Atau di fasilitas khusus selama masa inkubasi penuh 42 hari, setelah potensi paparan terakhir," terang WHO kepada AFP pada Senin (11/5/2026).

WHO menyebut masa isolasi dihitung mulai 10 Mei 2026. Pihaknya juga mengungkapkan gejala yang harus diwaspadai.

"Jika muncul gejala awal atau tiba-tiba mengalami kesulitan bernapas, orang harus segera memberi tahu otoritas kesehatan dan mengisolasi diri sampai evaluasi medis dilakukan," lanjut WHO.

Jalani Masa Karantina 42 Hari

Maria menjelaskan masa karantina 42 hari dipilih karena sesuai dengan masa inkubasi terpanjang Andes hantavirus. Itu merupakan satu-satunya jenis hantavirus yang diketahui dapat menular antarmanusia.

Sementara itu, Kepala Divisi Epidemiologi dan Analitik Respons WHO Dr Olivier Le Polain menilai isolasi perlu dilakukan sejak awal sebelum gejala muncul.

"Orang-orang berada dalam beberapa hari pertama, dalam beberapa saat pertama sakit," tegasnya.

Menurutnya, tindakan isolasi lebih aman dilakukan tanpa menunggu munculnya gejala. WHO juga meminta negara-negara memperkuat koordinasi kesehatan, pelacakan kontak, hingga pengawasan terhadap kasus suspek.

Organisasi tersebut kini bekerja sama dengan berbagai negara untuk memantau kemungkinan kasus baru.

"Semua negara menerima informasi lebih lanjut tentang kasus apa pun yang sedang kami pantau, orang-orang yang mungkin menjadi kasus yang dicurigai," beber Maria.

WHO menyebut kontak berisiko tinggi bisa mencakup teman sekamar, pasangan intim, petugas kesehatan tanpa alat pelindung diri, hingga individu yang kontak dengan cairan tubuh pasien.

Tiap Negara Punya Aturan Berbeda

Meski WHO mengeluarkan rekomendasi global, setiap negara tetap menentukan kebijakan masing-masing terkait karantina.

Di Amerika Serikat, pelaksana tugas Direktur Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) Jay Bhattacharya mengatakan 17 warganya yang pulang dari kapal tidak diwajibkan menjalani karantina.

Menurutnya, penumpang masih bisa pulang 'tanpa membahayakan orang lain di perjalanan', tergantung hasil penilaian risiko. Namun, Direktur Jenderal WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus menilai kebijakan tersebut 'mungkin memiliki risiko'.

Sejumlah negara seperti Jerman, Inggris, Swiss, dan Yunani memilih menerapkan karantina selama 45 hari.

Sementara Australia dan Prancis menetapkan masa observasi lebih singkat, masing-masing tiga minggu dan dua minggu yang masih bisa diperpanjang.

Perawatan yang Dilakukan untuk Pasien

Terkait hantavirus Andes virus, WHO mengingatkan masih belum ada vaksin maupun pengobatan khusus. Penyakit ini bahkan memiliki tingkat kematian hingga 50 persen pada beberapa kasus.

Meski begitu, WHO menyebut penanganan suportif dini dan rujukan cepat ke fasilitas ICU lengkap dapat meningkatkan peluang pasien bertahan hidup.

Maka dari itu, WHO meminta seluruh fasilitas kesehatan menerapkan protokol ketat, mulai dari kebersihan tangan, pembersihan permukaan, hingga pengelolaan limbah medis.

"Untuk pasien suspek maupun terkonfirmasi, WHO juga merekomendasikan tindakan pencegahan tambahan, terutama saat melakukan prosedur medis yang berpotensi menghasilkan aerosol," tulisnya.

























Artikel ini telah tayang di health.detik.com dengan judul "WHO Ingatkan Gejala Awal terkait Hantavirus yang Mewabah di Kapal MV Hondius"