Hagia Sophia

23 May 2026

Hipertensi dan Gangguan Jantung Banyak Dialami Anak Muda Malaysia

Foto ilustrasi: Getty Images/iStockphoto/Everyday better to do everything

Kasus hipertensi hingga gangguan jantung kini semakin banyak dialami anak muda di Malaysia. Dokter mengungkap kondisi ini berkaitan erat dengan gaya hidup modern yang makin tidak sehat.

Konsultan Kardiolog dan Elektrofisiolog di Sunway Medical Centre, Gary Lee Chin Keong, mengatakan tren pasien usia muda dengan hipertensi dan penyakit kardiovaskular terus meningkat dalam beberapa tahun terakhir.

"Sekitar 20 tahun yang lalu, hipertensi sebagian besar dianggap sebagai kondisi yang mempengaruhi orang dewasa yang lebih tua," tutur Dr Gary, dikutip dari Focus Malaysia.

"Saat ini, saya merawat pasien berusia 20-an dan 30-an," lanjutnya.

Menurut Dr Gary, peningkatan kasus hipertensi primer pada usia muda banyak dipicu faktor gaya hidup. Kondisi ini merupakan hipertensi yang penyebab pastinya tidak diketahui, tetapi berkaitan erat dengan kebiasaan sehari-hari.

Faktor risiko yang dimaksud meliputi stres kronis, kurang tidur, jam kerja panjang, minim aktivitas fisik, kebiasaan merokok, konsumsi makanan olahan, hingga asupan garam berlebihan.

Asupan Garam Tinggi Jadi Sorotan

Menurut Survei Kesehatan dan Morbiditas Nasional 2024, sekitar tiga dari empat orang dewasa di Malaysia rutin mengonsumsi makanan tinggi garam.

Rata-rata warga Malaysia mengonsumsi sekitar 7,3 gram garam per hari. Angka ini jauh melampaui rekomendasi World Health Organization, yakni kurang dari 5 gram atau sekitar satu sendok teh per hari.

Masalahnya, kandungan natrium sering tersembunyi dalam makanan sehari-hari yang tidak selalu terasa asin, seperti saus, kuah, sup, mi, makanan olahan, hingga makanan yang dibeli di luar rumah.

Anak muda disebut menjadi kelompok yang paling rentan karena pola makan praktis dan cepat saji kini semakin umum. Kebiasaan tersebut dikhawatirkan terus terbawa hingga dewasa dan meningkatkan risiko penyakit kronis.

Selain itu, obesitas dan diabetes juga disebut memperbesar risiko hipertensi dan penyakit kardiovaskular.

"Banyak warga Malaysia yang tidak hanya mengembangkan hipertensi lebih awal, tetapi juga hidup dengan dampak yang lebih lama," beber Dr Gary.

"Hal ini membuat komplikasi lebih mungkin muncul pada usia yang lebih muda," pungkasnya.

























Artikel ini telah tayang di health.detik.com dengan judul "Makin Banyak Anak Muda Malaysia Sakit Jantung, Dokter Beberkan Faktor Pemicunya"