![]() |
| Foto: Shutterstock |
Olahraga padel belakangan makin banyak penggemarnya karena dianggap seru dan tak seberat aktivitas fisik lainnya. Padahal, olahraga yang berasal dari Meksiko ini juga menyimpan risiko fatal, kolaps di lapangan misalnya.
Secara medis, kolaps saat olahraga bisa dipicu berbagai faktor. Mulai dari dehidrasi hingga gangguan jantung yang tidak terdeteksi, dan masih banyak para pemain padel yang belum 'mengenal' kondisi kesehatan pribadinya.
Dokter spesialis jantung dan pembuluh darah, Dr dr Sunanto, SpJP(K) dari Siloam Hospitals Lippo Village mengatakan dalam beberapa kasus, kolaps saat olahraga bisa bermula dari plak-plak jantung yang tidak disadari oleh pasien.
Plak ini, lanjut dr Sunanto akan membuat pembuluh darah menyempit. Saat plak itu 'pecah' itu akan merangsang bekuan darah, sehingga berakhir menjadi serangan jantung.
"Jadi proses serangan jantung itu karena ada plak yang pecah, terjadi bekuan darah sehingga darah di dalam pembuluh itu berhenti total. Itu kalau di jantung, kami sebutnya serangan jantung. Kalau di otak, kami sebutnya stroke," kata dr Sunanto saat berbincang dengan detikcom beberapa waktu lalu.
dr Sunanto mengatakan, serangan jantung akibat plak pecah tersebut memang datang mendadak. Namun, jauh sebelum itu, tubuh biasanya memberikan tanda-tanda yang sebaiknya diwaspadai.
"Biasanya gejalanya sakit dada pada saat aktivitas. Misalnya jalan naik tangga dua lantai, dia akan merasa berat dadanya, napasnya berat. Tarik napas kok kayak kurang oksigen. Nah, itu gejala-gejala awal," katanya.
"Tapi pada sekitar 30 persen, pasien ini ada penyempitan tapi nggak ada gejala, itu yang berat. Itu orang masih bisa main padel, masih bisa bulutangkis, tiba-tiba serangan. Nggak ada gejala tadinya," sambungnya.
dr Sunanto menekankan untuk pentingnya skrining kesehatan, khususnya untuk pembuluh darah jantung seperti elektrokardiogram (EKG), tes darah (kolesterol, CRP), ekokardiogram (USG jantung), treadmill test, serta pencitraan canggih seperti CT Scan Cardiac (CT Angiografi) dan MRI jantung.
"Konsultasikan dengan dokter, untuk memilih metode paling tepat, sesuai umur Anda, sesuai faktor risiko, dan lain-lain," tutupnya.
Artikel ini telah tayang di health.detik.com dengan judul "Mendadak Kolaps Saat Padel, Padahal Tampak Bugar? Bisa Jadi Ini Pemicunya"
