Hagia Sophia

19 February 2023

Paru-paru Wanita Ini Dipasangi Tabung Akibat Vape

Paru-paru wanita berusia 23 tahun ini kolaps karena mengidap penyakit pneumotoraks spontan. (Foto: Getty Images/iStockphoto/mi-viri)

Beberapa waktu lalu seorang mahasiswi bernama Grace Brassell yang saat itu berusia 23 tahun, membagikan kisahnya dilarikan ke rumah sakit usai paru-parunya yang kolaps akibat penggunaan vape.

Melalui akun TikTok pribadinya, yang telah ditonton lebih dari jutaan kali, Grace menulis bahwa suatu pagi ia terbangun karena rasa sakit di tulang rusuknya dan setelahnya ia mulai batuk berdarah. Grace awalnya menduga tulang rusuknya patah. Namun, dokter terlihat 'panik' saat melihat hasil rontgen Grace.

"Seluruh paru-paru kiri saya ambruk, Ini benar-benar muncul secara spontan karena saya tinggi dan kurus," kata Grace di TikToknya yang telah ditonton 6 juta kali.

Grace mengungkapkan bahwa ia mengidap pneumotoraks spontan, meski tidak secara langsung disebabkan oleh vaping, namun kebiasaan penggunaan vape dapat menjadi lebih buruk. Karena itu, Grace memperingatkan untuk berhenti melakukan kebiasaan menghirup vape.

"Ini tidak terjadi secara langsung (karena vaping), tetapi vaping bisa membunuh saya," sebut Grace di dalam komentar di videonya yang dikutip dari Cosmopolitan.

Karena paru-paru Grace yang kolaps, dokter harus memasukkan tabung besar ke paru-parunya untuk menyedot cairan keluar. Ia mengatakan hal tersebut yang paling menyiksa yang pernah Grace alami.

Video TikToknya memicu kekhawatiran sesama vapers di platform media sosial. Padahal, dokter telah memperingatkan untuk menjauhi vape yang kini semakin populer di kalangan usia muda.

Dikutip dari Independent UK, Kepala Eksekutif di Australian Council on Smoking and Health, Maurice Swanson mengatakan bahwa ada banyak kasus di Amerika Serikat di mana orang muda yang kecanduan vaping, dirawat di rumah sakit karena masalah paru-paru yang parah.

Dikutip dari Hopkins Medicine, pneumotoraks spontan atau paru-paru kolaps terjadi ketika ada lubang di paru-paru tempat keluarnya oksigen. Ini bisa terjadi akibat cedera seperti luka tembak atau pisau, atau ketika gelembung udara di bagian atas paru-paru pecah dan menimbulkan robekan kecil.

Menurut ahli bedah kanker paru-paru Stephen Broderick, orang yang mengidap penyakit ini biasanya orang-orang yang tinggi dan kurus, yang mengalami masa pertumbuhan cepat selama masa remaja. Namun, kini kebiasaan vaping dikaitkan dengan peningkatan risiko pecahnya gelembung udara ini yang menyebabkan kolapsnya paru-paru.

"Di Johns Hopkins, kami melihat gejala paru-paru yang kolaps pada orang yang lebih muda," lapor Broderick. "Kami selalu bertanya apakah mereka merokok, dan mereka sering berkata, 'Tidak, saya tidak merokok. Tapi saya melakukan vape.'" lanjutnya.

Broderick berpesan kepada pasien untuk tidak merokok atau vape jika mereka ingin menghindari kolapsnya paru-paru dan operasi di masa mendatang.





















Artikel ini telah tayang di health.detik.com dengan judul "Paru-paru Wanita 23 Tahun Dipasangi Tabung usai Kolaps Gegara Vape"