Hagia Sophia

19 November 2023

Mengenal Penyakit Raja Singa, Gejala dan Pengobatannya

Foto: Getty Images/iStockphoto/Hailshadow

Penyakit raja singa atau yang disebut dengan sifilis merupakan penyakit infeksi menular seksual yang bisa menyebabkan gangguan kesehatan serius jika tak diobati. Raja singa paling sering menyebar melalui kontak seksual.

Raja singa memiliki beberapa tahapan dan setiap tahapannya memiliki gejala yang berbeda. Simak penjelasan mengenai penyakit Raja Singa, gejala, penyebab dan juga cara mengobatinya.

Apa Itu Raja Singa?

Raja singa adalah infeksi yang disebabkan oleh bakteri. Menurut Mayo Clinic, penyakit ini dimulai dengan luka yang seringkali tidak menimbulkan sakit. Biasanya, luka tersebut muncul di alat kelamin, rektum atau mulut.

Setelah infeksi terjadi, bakteri raja singa bisa bertahan bertahun-tahun di dalam tubuh tanpa gejala. Tapi infeksinya bisa aktif kembali.

Penyakit ini harus ditangani. Sebab tanpa pengobatan, raja singa bisa merusak jantung, otak dan organ lainnya.

Gejala Raja Singa

Raja singa memiliki empat tahap, yaitu primer, sekunder, laten dan tersier. Berikut beberapa gejala dari setiap tahapnya.

Tahap Primer
Pada tahap primer, mungkin penderitanya akan melihat satu atau beberapa luka. Mengutip laman CDC, luka ini menjadi tempat masuknya penyakit raja singa ke dalam tubuh.

Banyak orang penderita raja singa tidak menyadari adanya luka, sebab biasanya tidak menimbulkan rasa sakit. Luka akan sembuh dengan sendirinya dalam waktu 3-6 minggu.

Tahap Sekunder
Pada tahap sekunder, penderitanya mungkin akan mengalami ruam saat luka di tahap primer sembuh atau beberapa minggu setelah sembuh. Gejala ruam ini yaitu seringkali tidak gatal, terlihat kasar, merah atau coklat kemerahan atau mungkin sangat samar, sehingga sulit dilihat.

Ruam yang timbul seringkali ada di dada, area perut, panggul dan punggung. Lalu, seiring berjalannya waktu bisa muncul di anggota tubuh, telapak tangan dan telapak kaki.

Adapun gejala lainnya selain ruam adalah:
  • Luka seperti kutil di mulut atau area genital
  • Rambut rontok
  • Sakit tenggorokan
  • Demam
  • Nyeri otot
  • Kelelahan
  • Penurunan berat badan
  • Pembengkakan kelenjar getah bening.
Gejala ini bisa hilang dengan sendirinya. Tapi, jika tidak diobati maka bisa datang dan pergi selama berbulan-bulan atau bertahun-tahun.

Tahap Laten
Tahap laten disebut tahap tersembunyi, karena tidak menimbulkan gejala apapun. Meski begitu, penyakit ini bisa menyebabkan masalah kesehatan besar yang disebut komplikasi.

Tahap Tersier
Sebanyak 30%-40% penderita raja singa yang tidak mendapatkan pengobatan mengalami komplikasi yang disebut tahap tersier. Nama lainnya yaitu sifilis lanjut.

Penyakit ini bisa merusak beberapa organ tubuh seperti:
  • Otak
  • Saraf
  • Mata
  • Jantung
  • Pembuluh darah
  • Hati
  • Tulang dan persendian.

Penyebab Raja Singa

Menurut Cleveland Clinic, raja singa disebabkan oleh bakteri Treponema pallidum. Penularan penyakit raja singa yaitu melalui kontak langsung dengan luka dari orang ke orang, misalnya lewat hubungan seks, anal atau oral.

Bayi bisa ditularkan penyakit ini selama kehamilan dan persalinan atau melalui ASI.
Seseorang tidak tertular penyakit ini melalui kontak biasa melalui benda-benda seperti dudukan toilet, kolam renang, bak air panas, pakaian atau peralatan makan.

Cara Mengobati Raja Singa

Penyedia layanan kesehatan akan memberi antibiotik kepada penderita raja singa. Adapun antibiotik yang paling sering digunakan adalah penisilin.

Banyaknya obat yang diperlukan dan berapa lama meminumnya tergantung pada stadium dan gejala yang dirasakan. Penderita sifilis harus menghabiskan sema antibiotik meski luka atau ruamnya sudah hilang.




























Artikel ini telah tayang di health.detik.com dengan judul "Apa Itu Penyakit Raja Singa? Ini Gejala, Penyebab dan Cara Mengobatinya"