Hagia Sophia

24 March 2026

Pakar Farmasi: Simvastatin Bukan Penetral Lemak

Foto: Getty Images/AsiaVision

Momen Lebaran kerap jadi ajang 'balas dendam' menyantap hidangan bersantan dan berlemak seperti opor ayam hingga rendang. Namun, pakar mengingatkan bahwa obat penurun kolesterol seperti simvastatin bukanlah solusi instan setelah makan berlebihan.

Pakar farmasi Universitas Gadjah Mada Prof Zullies Ikawati, menegaskan simvastatin tidak bekerja menetralisir lemak dari makanan yang baru saja dikonsumsi.

"Simvastatin tidak diminum langsung setelah makan berlemak. Obat ini bekerja menghambat pembentukan kolesterol di hati, bukan menetralisir lemak dari makanan yang baru dikonsumsi," ujar Prof Zullies saat dihubungi detikcom Minggu(22/3/2026).

Bukan 'Obat Penyelamat' Setelah Makan Berlemak

Menurutnya, anggapan bahwa simvastatin bisa langsung diminum setelah kalap makan opor atau rendang adalah keliru. Obat ini tidak bekerja secara instan terhadap lemak yang masuk ke tubuh.

Sebaliknya, simvastatin berfungsi menekan produksi kolesterol dalam tubuh, sehingga efeknya tidak berkaitan langsung dengan waktu makan.

Waktu Terbaik Minum Simvastatin

Prof Zullies menjelaskan simvastatin justru sebaiknya diminum pada malam hari sebelum tidur.

"Produksi kolesterol tubuh paling tinggi terjadi pada malam hari, sehingga simvastatin sebaiknya diminum sebelum tidur agar efeknya lebih optimal," jelasnya.

Ia menambahkan, hal ini juga berkaitan dengan waktu paruh simvastatin yang relatif pendek, sehingga kerja obat lebih efektif jika diminum saat malam.

Menurutnya, penting untuk konsisten mengonsumsi obat.

"Simvastatin sebaiknya diminum rutin setiap hari pada malam hari, bukan berdasarkan kapan kita makan makanan berlemak," tegasnya.

























Artikel ini telah tayang di health.detik.com dengan judul "Pakar Farmasi Ingatkan Simvastatin Bukan Penetral Lemak usai Kalap Opor-Rendang Lebaran"