![]() |
| Menyiapkan bekal praktis untuk anak sekolah. Foto: iStock |
Libur lebaran sudah usai, anak-anak mulai kembali ke sekolah. Sementara ART (Asisten Rumah Tangga), belum semua kembali dari kampung halaman, sebagian mungkin malah tidak melanjutkan pengabdiannya.
Situasi ini menghadirkan 'drama' bagi sebagian orang tua, yang terbiasa mengandalkan jasa ART untuk menyiapkan bekal sekolah anak-anak mereka. Jika biasanya bisa fokus siap-siap kerja, kini harus bagi fokus masak dan mengemas bekal makanan sehat.
Tenang. Dalam situasi seperti ini, menu-menu praktis bisa menjadi pilihan karena bisa disiapkan dalam waktu singkat. Meski terlihat sederhana, bekal tetap perlu dipikirkan komposisi gizi dan ketahanannya. Bekal yang dibuat pagi hari biasanya baru dimakan beberapa jam kemudian saat istirahat atau makan siang di sekolah.
Karena itu, makanan sebaiknya tetap mengandung gizi seimbang dan cukup aman disimpan beberapa jam di dalam kotak bekal.
Pilihan Menu Praktis yang Tetap Bergizi
Bekal sederhana sering kali justru menjadi pilihan paling aman ketika disiapkan dalam waktu singkat. Kombinasi makanan yang tepat bisa tetap memenuhi kebutuhan gizi anak tanpa harus memasak terlalu banyak menu.
Nasi putih dengan telur dadar, tumis buncis, dan buah jeruk bisa menjadi pilihan yang lengkap nutrisinya. Nasi sebagai sumber karbohidrat, telur menyediakan protein, sementara sayur dan buah membantu melengkapi kebutuhan serat serta vitamin.
Pilihan lain yang juga praktis adalah nasi dengan ayam suwir tumis dan irisan mentimun. Ayam suwir biasanya tetap enak dimakan meski sudah tidak panas sehingga cocok dijadikan bekal.
Roti gandum isi telur orak arik dan selada juga bisa menjadi alternatif ketika orang tua tidak sempat menyiapkan nasi. Menu ini cukup mengenyangkan karena tetap mengandung karbohidrat dan protein.
Bekal berbahan pasta juga bisa menjadi pilihan yang mudah disiapkan. Pasta dengan tumis ayam dan wortel misalnya cukup praktis dan biasanya disukai anak. Tambahan rebusan brokoli atau jagung dapat membantu menambah asupan serat.
Menu lain yang tidak kalah sederhana adalah nasi dengan tempe orek dan tumis wortel buncis. Tempe menjadi sumber protein nabati yang baik dan mudah diolah dalam waktu singkat.
Buah-buahan seperti apel, jeruk, anggur, pisang, bisa menjadi pelengkap bekal yang praktis dan tahan dari oksidasi karena masih terlindungi oleh kulitnya. Selain memberi rasa segar, buah juga membantu memenuhi kebutuhan vitamin harian anak.
Hindari Menu Ini
Bekal sekolah biasanya disiapkan sejak pagi dan baru dimakan beberapa jam kemudian saat waktu istirahat atau makan siang. Karena itu, tidak semua jenis makanan cocok dijadikan bekal. Beberapa menu justru lebih cepat berubah rasa, bakteri cepat berkembang biak, atau mudah basi ketika disimpan di suhu ruang.
Penelitian dalam International Journal of Environmental Research and Public Health tahun 2022 menunjukkan bahwa bakteri lebih mudah berkembang pada lingkungan yang hangat dan lembap. Kondisi ini membuat makanan dengan kadar air tinggi seperti hidangan berkuah atau sangat lembap lebih rentan mengalami pertumbuhan mikroorganisme ketika disimpan pada suhu ruang.
Makanan berkuah seperti sup atau soto sebaiknya dihindari sebagai bekal sekolah. Selain berisiko tumpah di dalam tas, makanan berkuah juga lebih mudah mengalami perubahan kualitas ketika disimpan beberapa jam.
Menu bersantan juga kurang ideal dijadikan bekal. Hidangan seperti opor atau gulai memiliki kandungan lemak dan air yang cukup tinggi sehingga lebih cepat basi jika tidak disimpan dalam suhu ruang.
Makanan dengan saus berbasis mayones juga perlu diperhatikan. Sandwich dengan mayones yang dibiarkan terlalu lama dalam suhu ruang bisa mengalami perubahan rasa dan tekstur.
Gorengan yang terlalu berminyak juga kurang cocok sebagai bekal utama. Selain kandungan gizinya kurang seimbang, makanan seperti ini biasanya menjadi lembek setelah beberapa jam di dalam kotak makan.
Artikel ini telah tayang di health.detik.com dengan judul "ART Mudik Belum Balik-balik? Ini Tips Siapin Bekal Bernutrisi untuk Anak Sekolah"
