Hagia Sophia

08 April 2026

Vasektomi Bikin Sperma 'Menumpuk'? Ini Penjelasan Pakar

Foto: Getty Images/schlosann

Di tengah minimnya informasi yang akurat, muncul berbagai kekhawatiran di kalangan masyarakat mengenai dampak jangka panjang dari prosedur vasektomi. Salah satu anggapan yang sering beredar di media sosial adalah anggapan bahwa jika saluran sperma ditutup, maka sperma yang terus diproduksi akan menumpuk di dalam tubuh dan berubah menjadi penyakit.

Vasektomi adalah prosedur pengendalian kelahiran dengan memutus saluran sperma (vas deferens) sehingga air mani tidak lagi mengandung sperma. Dokter spesialis urologi dari RSCM, dr Nur Rasyid, SpU, menjelaskan bahwa setelah vasektomi, sperma yang tidak dikeluarkan tak akan menumpuk dan menjadi penyakit.

"Jadi semuanya kita itu apa pun dibentuk dan rusak sendiri. Mukosa begitu, jadi spermatozoa yang ditutup itu jalurnya, dia dengan berjalannya waktu akan rusak. Dan diserap oleh tubuh kita," ungkap dr Nur Rasyid saat diwawancarai detikcom, Minggu (5/4/2026).

Artinya, tubuh secara otomatis akan mendaur ulang sel-sel sperma yang tidak terpakai tersebut. Lebih lanjut, bagi mereka yang berubah pikiran, opsi medis masih tersedia. Selain melakukan operasi penyambungan saluran (rekanalisasi) yang tergolong sulit dan mahal, prosedur bayi tabung juga tetap memungkinkan. Hanya saja, metodenya sedikit berbeda karena bibit sperma harus diambil langsung dari testis.

"Bisa (bayi tabung), tetapi mengeluarkan spermanya diambil dari testisnya," tandasnya.

























Artikel ini telah tayang di health.detik.com dengan judul "Vasektomi Bikin Sperma 'Menumpuk' dan Jadi Penyakit? Urolog Beberkan Faktanya"