Hagia Sophia

08 April 2026

Benarkah Daging Kambing Jadi Penyebab Hipertensi? Ini Kata Profesor di IPB

Foto: Getty Images/iStockphoto/slowmotiongli

Banyak mitos beredar tentang daging kambing dan efeknya pada kesehatan. Salah satunya, masyarakat percaya bahwa makan daging kambing bisa memicu tekanan darah tinggi atau hipertensi.

Menurut Guru Besar Fakultas Peternakan IPB University, Prof Dr Ir Ronny Rachman Noor, MRur, Sc, kesimpulan tersebut muncul lebih bersandar pada kepercayaan yang tidak didasari oleh data ilmiah.

"Sebagaimana halnya dengan daging merah lainnya, daging kambing secara ilmiah tidak menjadi pemicu hipertensi. Namun, hal itu bisa disebabkan karena cara penyajian dan konsumsi yang terkait erat dengan hipertensi," jelasnya dalam keterangan tertulis di situs resmi IPB, dikutip pada Senin (6/4/2026).

Kandungan Gizi pada Daging Kambing

Kualitas nutrisi ternak ditentukan oleh jenis, faktor genetik, dan manajemen pemeliharaannya. Hewan yang digembalakan di alam bebas memproduksi daging yang lebih sehat.

Prof Ronny mengungkapkan kandungan lemak jenuh dan kolesterol dari daging tersebut juga lebih sedikit, dibandingkan dengan ternak yang dihasilkan dari sistem penggemukan.

Daging kambing atau Chevon adalah alternatif daging merah terbaik. Pilihan ini menyajikan lebih sedikit lemak, kepadatan protein yang lebih tinggi, dan profil kolesterol ramah tubuh dibandingkan sapi serta domba.

"Daging kambing mengandung lebih sedikit lemak jenuh dibandingkan daging merah lainnya yang bermanfaat dalam menunjang kesehatan jantung. Di samping itu, daging kambing kaya zat besi dan protein yang mendukung kesehatan secara keseluruhan," terang Prof Ronny.

Kolesterol yang ada di dalamnya berada di batas sedang. Jadi, mengonsumsinya dalam porsi wajar tidak akan langsung meningkatkan tekanan darah dan kadar kolesterol di dalam tubuh.

Keunggulan Daging Kambing

Dalam 100 gram daging kambing hanya menyumbang 122 kalori. Angka ini sangat baik untuk menstabilkan berat badan dibandingkan kalori sapi (190 gram) atau domba (175 gram).

Lemak pada daging kambing juga hanya sebesar 2,6 gram. Itu jauh lebih rendah dibandingkan sapi (7,9 gram) dan domba (8,1 gram). Lemak jenuhnya pun paling rendah yakni di angka 0,79 gram.

"Dari sisi kandungan protein, kandungan pada daging kambing hampir seimbang dengan daging sapi dan daging domba pada kisaran 23-25 gram," tutur Prof Ronny.

"Namun, daging kambing lebih unggul dari sisi kandungan zat besinya, yaitu sebesar 3,2 mg, dibandingkan dengan daging sapi dan domba yang masing-masing hanya mengandung 2,9 mg dan 1,4 mg," sambungnya.

Bukan Biang Kerok Hipertensi

Hasil penelitian membuktikan bahwa pada orang dengan hipertensi direkomendasikan untuk membatasi konsumsi daging merah. Terutama yang sudah diproses yang mengandung lemak jenuh tinggi.

Untuk mengetahui tuntas soal faktor hipertensinya, Prof Ronny mengatakan perlu memahami metode penyajian sangat berpengaruh lebih besar daripada jenis dagingnya.

Menggoreng daging atau memasaknya menggunakan tambahan garam, mentega, maupun saus berlemak secara berlebihan dapat mengubah hidangan sehat menjadi pemicu darah tinggi.

Selain itu, besaran porsi yang dikonsumsi juga perlu dibatasi. Makan daging merah jenis apa pun, termasuk daging kambing, dalam porsi yang berlebihan bisa menimbulkan tekanan pada kardiovaskular.

"Porsi konsumsi daging merah ini sangat berpengaruh pada status kesehatan individu. Orang dengan hipertensi atau kondisi kardiovaskular harus memantau asupan daging merah, termasuk daging kambing," ujar Prof Ronny.

Cara Mengolah Daging Kambing Agar Lebih Sehat

Cara mengolah daging kambing juga perlu diperhatikan. Jika membeli daging, pilih yang tidak mengandung lemak berlebihan.

Sebelum dimasak, pastikan bagian lemak yang menempel sudah dibuang agar daging bersih dari lemak bawaan. Saat membumbuinya, disarankan untuk menggunakan rempah-rempah bernatrium rendah.

"Metode memasak yang dianjurkan adalah memanggang, membakar atau merebus. Alangkah baiknya menghindari menggoreng daging kambing." beber Prof Ronny.

Disarankan juga untuk mencampurkan makanan dengan aneka sayuran dan biji-bijian utuh agar nilai gizinya seimbang.

"Jadi, pada intinya untuk mengelola tekanan darah dan kolesterol, daging kambing dapat menjadi bagian dari diet asalkan dikonsumsi secara moderat dan memperhatikan dengan baik cara menyiapkan dan memasaknya," tutupnya.

























Artikel ini telah tayang di health.detik.com dengan judul "Profesor IPB Bongkar Mitos Daging Kambing Jadi Biang Kerok Hipertensi"