Hagia Sophia

11 May 2026

Akibat Wabah Hantavirus, Sejumlah Negara Ikut Melacak Penumpangnya

Foto: REUTERS/Danilson Sequeira

Sejumlah negara kini berlomba melacak penumpang kapal pesiar MV Hondius setelah muncul wabah virus Andes, jenis hantavirus langka yang dapat menular antarmanusia melalui kontak sangat dekat. Wabah ini telah menewaskan tiga orang dan memicu kekhawatiran penyebaran lintas negara.

Pelacakan dilakukan terhadap penumpang yang sudah turun dari kapal sebelum virus terdeteksi, termasuk orang-orang yang sempat melakukan kontak dekat dengan mereka.

Hingga 7 Mei 2026, tiga orang dilaporkan meninggal dunia, yakni pasangan suami istri asal Belanda dan seorang warga Jerman. Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyebut lima dari delapan suspek hantavirus yang terkait dengan kapal tersebut kini telah terkonfirmasi positif.

Direktur WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus mengatakan pihaknya juga menerima laporan adanya pasien suspek lain. Menurutnya, jumlah kasus masih bisa bertambah mengingat masa inkubasi hantavirus tergolong panjang.

Dikutip dari The Straits Times, seluruh penumpang yang turun di St Helena pada 24 April disebut sudah dihubungi operator kapal. Mereka berasal dari sedikitnya 12 negara, termasuk tujuh warga Inggris dan enam warga Amerika Serikat (AS).

Berbagai Negara Mulai Lacak Penumpang

Kasus hantavirus pertama terkonfirmasi muncul pada awal Mei. Meski para ahli menilai penularan virus ini sangat jarang terjadi, otoritas kesehatan di berbagai negara kini meningkatkan kewaspadaan.

Pusat Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (CDC) menyebut risiko bagi masyarakat AS masih rendah, tetapi situasi terus dipantau ketat. Di Georgia, otoritas kesehatan memantau dua warga tanpa gejala yang sempat berada di kapal dan kini telah kembali ke rumah.

Di Arizona, seorang warga juga dipantau setelah diketahui menjadi penumpang kapal tersebut. Menurut laporan The New York Times, sejumlah warga di California, AS, juga ikut dipantau.

Di Prancis, Menteri Luar Negeri Jean-Noel Barrot mengatakan ada seorang warganya yang sempat kontak dengan pasien, tetapi belum menunjukkan gejala.

Kementerian Kesehatan Argentina berencana melakukan penangkapan dan pemeriksaan tikus di Ushuaia, titik awal keberangkatan kapal. Sebanyak tiga pasien telah dievakuasi dari kapal pada 6 Mei, dua dirawat di Belanda dan satu lainnya dibawa ke Jerman untuk pemeriksaan lebih lanjut.

Salah satu pasien, pemandu ekspedisi Martin Anstee yang merupakan warga Inggris, mengatakan kondisinya baik-baik saja. Tetapi, ia masih harus menjalani serangkaian tes.

Di Swiss, seorang pasien juga dirawat di rumah sakit dengan gejala mirip hantavirus seperti demam ringan, nyeri tubuh, dan batuk. Sementara seorang warga Denmark yang sempat berada di kapal diminta menjalani isolasi mandiri, meski dinilai berisiko rendah.

Kasus Pasien yang Meninggal

Operator kapal Oceanwide Expeditions kini berusaha melacak seluruh penumpang dan kru yang naik turun kapal sejak 20 Maret. Pasangan Belanda yang meninggal dunia diketahui naik kapal pada 1 April dan diduga menjadi kasus pertama dalam wabah tersebut.

Maskapai KLM Royal Dutch Airlines mengungkap wanita Belanda tersebut sempat diturunkan dari pesawat di Johannesburg, Afrika Selatan, pada 25 April karena kondisi kesehatannya memburuk. Ia meninggal sebelum tiba di Belanda.

Media RTL melaporkan seorang pramugari KLM yang sempat kontak dengan pasien kini dirawat di rumah sakit di Amsterdam karena mengalami gejala yang diduga terkait hantavirus.

Pihak berwenang Belanda juga menyebut kru dan penumpang yang sempat membantu pasien kini menjalani pemeriksaan kesehatan harian.

Kini MV Hondius masih melanjutkan perjalanan menuju Tenerife dan diperkirakan tiba pada 10 Mei. Menurut European Centre for Disease Prevention and Control (ECDC), sejauh ini belum ada penumpang lain di kapal yang menunjukkan gejala hantavirus.

Setibanya di Tenerife, seluruh penumpang non-Spanyol yang dalam kondisi sehat akan dipulangkan ke negara masing-masing. Sementara 14 warga Spanyol direncanakan menjalani karantina di rumah sakit militer di Madrid.

























Artikel ini telah tayang di health.detik.com dengan judul "Wabah Hantavirus di Kapal Pesiar Bikin Geger, Negara-negara Berlomba Lacak Penumpang"