Hagia Sophia

11 May 2026

Indonesia Akan Miliki Observatorium Terbaik di Asia

Foto: Observatorium Nasional Timau di Desa Bitobe, Kecamatan Amfoang Tengah, Kabupaten Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT), Minggu (4/2/2024). (Yufengki Bria/detikBali)

Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) mempercepat penyelesaian observatorium astronomi di Observatorium Nasional Gunung Timau, Kabupaten Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT).

Observatorium Timau diproyeksikan menjadi salah satu fasilitas pengamatan antariksa paling maju di Asia, yang dilengkapi teleskop terbesar di Asia Tenggara dan berada di kawasan khatulistiwa.

"Kami ingin teleskop ini segera dirampungkan dan beroperasi penuh, karena akan menjadi fasilitas strategis bagi penguatan riset antariksa Indonesia. Sekaligus mendukung pengembangan spaceport nasional di Biak Papua," ujar Kepala BRIN Arif Satria saat melakukan kunjungan kerja di Gunung Timau Kupang NTT, pada Kamis (7/5/2026).

Ia meminta pembangunan teleskop di sana segera dirampungkan, agar dapat beroperasi penuh untuk memperkuat kolaborasi riset internasional. Saat ini, progres pembangunan teleskop telah mencapai sekitar 95%.

Arif juga mendesak agar ekosistem riset diperkuat melalui penambahan tenaga peneliti baru. Kemudian, revitalisasi gedung magnetometer, hingga peningkatan fasilitas penunjang bagi para peneliti.

"Tidak hanya membangun teleskop, kami juga perlu memperkuat ekosistem risetnya. Penambahan peneliti dan revitalisasi gedung magnetometer menjadi bagian penting untuk mendukung operasional observatorium secara optimal," tuturnya.

Kepala BRIN mengatakan kepada Pemerintah Kabupaten Kupang agar akses jalan menuju kawasan Observatorium Nasional Gunung Timau untuk diperbaiki.

"Observatorium ini memiliki peran strategis bagi riset antariksa Indonesia. Karena itu, akses jalannya juga harus diperkuat agar kawasan ini tidak terisolasi," ucapnya.

Sementara itu, Research Fellow Pusat Riset Antariksa BRIN Andre Pandie menjelaskan keberadaan observatorium yang selaras dengan pengembangan spaceport nasional di Biak. Tempat yang menjadi salah satu perhatian BRIN dalam penguatan sektor antariksa Indonesia.

"Observatorium ini nantinya diharapkan menjadi fasilitas pendukung utama dalam operasional dan pengembangan aktivitas antariksa nasional," kata Andre.

Ia menjelaskan, teleskop tersebut merupakan teleskop terbesar di Asia Tenggara. Menurutnya, saat ini hanya terdapat dua teleskop dengan spesifikasi serupa di dunia, yakni di Jepang dan Indonesia.

"Posisi kita yang strategis di khatulistiwa juga menjadi spot yang ideal untuk pengamatan luar angkasa. Karena itu sudah ada kerja sama internasional, dan akan ada kerja sama berikutnya yang menunggu bila teleskop ini sudah beroperasi," pungkasnya.

























Artikel ini telah tayang di inet.detik.com dengan judul "Bukan Bosscha, Indonesia Segera Miliki Observatorium Terbaik Asia"