![]() |
| Susu vs creamer. Foto: iStock |
Susu dan krimer sama-sama kerap digunakan sebagai campuran kopi atau teh. Keduanya menghasilkan warna putih susu dan tekstur yang lebih creamy pada minuman. Namun di balik kesamaan tampilan itu, kandungan gizi keduanya berbeda cukup signifikan dan perbedaan ini penting untuk dipahami, terutama bagi yang memperhatikan asupan nutrisi harian.
Lalu, di antara susu dan krimer, mana yang sebenarnya lebih sehat untuk campuran pada minuman seperti teh dan kopi?
Susu sapi merupakan produk alami yang mengandung beragam zat gizi esensial seperti protein, lemak, karbohidrat alami (laktosa), kalsium, serta vitamin B2, B12, dan vitamin A.
Sementara itu, krimer non-dairy merupakan produk formulasi industri yang umumnya dibuat dari campuran minyak nabati, gula atau sirup glukosa, pengemulsi, dan perisa untuk menghasilkan tekstur creamy serta rasa gurih pada minuman. Meski disebut non-dairy, beberapa produk krimer masih dapat mengandung turunan protein susu seperti sodium caseinate.
Protein dan Kalsium: Perbedaan yang Signifikan
Perbedaan paling mencolok antara susu dan krimer terletak pada kandungan protein dan kalsiumnya. Berdasarkan data USDA FoodData Central, satu gelas susu sapi (sekitar 240 ml) mengandung sekitar 8 gram protein berkualitas tinggi (high-quality protein), termasuk kasein dan whey yang mudah dicerna tubuh. Protein susu juga dikenal sebagai complete protein karena mengandung seluruh asam amino esensial yang dibutuhkan tubuh.
Sebaliknya, satu sajian krimer bubuk (sekitar 1 sendok makan) umumnya mengandung kurang dari 1 gram protein, bahkan sebagian besar produk mencantumkan angka nol pada label kemasannya.
Dalam hal kalsium, USDA mencatat susu sapi mengandung sekitar 300 mg per gelas atau sekitar 30% dari kebutuhan harian orang dewasa, menjadikannya salah satu sumber kalsium yang baik untuk mendukung kesehatan tulang. Temuan ini juga sejalan dengan studi yang diterbitkan dalam jurnal Frontiers in Nutrition (2022), yang menyimpulkan bahwa susu sapi mengandung kalsium, fosfor, dan sejumlah vitamin lebih tinggi dibandingkan sebagian besar minuman alternatif berbasis nabati.
Sementara itu, sebagian besar krimer non-dairy tidak mengandung protein dan kalsium sebanyak susu, kecuali pada produk tertentu yang telah difortifikasi.
Kandungan Lemak pada Krimer
Aspek yang kerap luput dari perhatian konsumen adalah jenis lemak yang terkandung dalam krimer. Produk krimer konvensional sebelumnya banyak menggunakan minyak nabati yang dihidrogenasi sebagian (partially hydrogenated oil), yang dalam prosesnya menghasilkan asam lemak trans. Menurut WHO, konsumsi asam lemak trans secara berlebihan dalam jangka panjang dapat meningkatkan kadar kolesterol LDL dan mempertinggi risiko penyakit kardiovaskular.
Seiring meningkatnya kesadaran akan hal ini, banyak produsen kini telah beralih ke formula rendah atau bebas lemak trans. Meski demikian, membaca label kemasan secara cermat sebelum membeli tetap merupakan langkah yang dianjurkan.
Mana yang Lebih Tepat Dipilih?
Jawabannya bergantung pada kebutuhan. Untuk memenuhi asupan protein, kalsium, dan vitamin harian, susu cenderung lebih unggul secara nutrisi. Kandungan proteinnya juga dapat membantu memberikan rasa kenyang lebih lama.
Sementara itu, krimer memiliki fungsi yang berbeda, yakni lebih pada aspek rasa dan tekstur minuman. Konsumsi krimer dalam jumlah wajar umumnya masih dapat dinikmati, terutama jika tidak terlalu sering dan tetap memperhatikan total asupan gula harian.
Namun, pada minuman kekinian, penggunaan krimer kerap dipadukan dengan gula tambahan, sirup, atau topping manis lainnya sehingga total kalori minuman dapat meningkat. Konsumsi gula tambahan berlebih dalam jangka panjang juga diketahui berkaitan dengan peningkatan risiko obesitas dan diabetes tipe 2.
Yang Perlu Diperhatikan Sebelum Memilih
Beberapa hal yang perlu diperhatikan sebelum memilih:
- Periksa label kemasan. Pilih produk krimer yang bebas lemak trans (trans fat: 0 g) dan rendah gula tambahan.
- Untuk kebutuhan nutrisi, susu baik full cream, rendah lemak, maupun UHT adalah pilihan yang lebih tepat.
- Krimer lebih berfungsi sebagai penambah rasa dan tekstur minuman, sehingga kandungan gizinya tidak selalu setara dengan susu, terutama untuk anak-anak dan lansia yang membutuhkan asupan protein dan kalsium yang cukup setiap hari.
Memahami perbedaan keduanya membantu konsumen membuat pilihan yang lebih tepat sesuai kebutuhan gizi dan tujuan konsumsinya.
Artikel ini telah tayang di health.detik.com dengan judul "Susu Vs Krimer: Serupa tapi Tak Sama, Ini Perbedaan Kandungan Gizinya"
