Hagia Sophia

20 May 2026

Beda Nyeri Dada karena GERD vs Serangan Jantung

Foto: Ilustrasi serangan jantung (Getty Images/Chinnapong)

Rasa nyeri dada akibat GERD (gastroesophageal reflux disease) dan serangan jantung seringkali tertukar. Kedua penyakit ini memang sama-sama memiliki gejala nyeri dada yang mirip.

Kendati demikian, ada perbedaan dari nyeri dada akibat GERD dan serangan jantung. Apa saja gejala yang membedakannya?

Gejala Nyeri Dada Serangan Jantung

Dikutip dari laman Mayo Clinic, serangan jantung klasik melibatkan nyeri dada yang tiba-tiba dan hebat serta kesulitan bernapas. Hal ini terjadi seringkali dipicu oleh aktivitas fisik.

Kendati demikian, tanda dan gejala serangan jantung bisa sangat bervariasi dari orang ke orang. Rasa panas di dada bisa menyertai gejala serangan jantung lainnya.

Tanda dan gejala umum dari serangan jantung meliputi:
  • Tekanan, rasa sesak atau sensasi meremas atau pegal di dada atau lengan yang bisa menyebar ke leher, rahang, atau punggung
  • Mual, gangguan pencernaan, nyeri ulu hati, atau sakit perut
  • Sesak napas
  • Keringat dingin
  • Kelelahan
  • Pusing atau kepala terasa ringan secara tiba-tiba.
Gejala Nyeri Dada GERD

Nyeri dada akibat GERD cenderung terasa seperti sensasi menusuk atau terbakar yang menyakitkan di tengah dada tepat di belakang tulang dada atau di bawah tulang dada. Sensasi terbakar di dada cenderung tetap terlokalisir, artinya tidak menyebar ke area lain.

Gejala lainnya bisa meliputi:
  • Nyeri atau sulit menelan
  • Kembung
  • Bersendawa atau cegukan
  • Bau mulut
  • Sakit atau iritasi tenggorokan
  • Rasa tidak enak atau asam di mulut.
Bagaimana Menurut Dokter?

Spesialis jantung Dr dr Muhammad Yamin SpJP (K) menyatakan, ada beberapa tanda serangan jantung dan GERD yang mirip, seperti mual, muntah, nyeri lambung, dan keringat dingin.

"Jadi, jangan semua gejala GERD dipastikan hanya GERD. Jadi kalau kita misalnya habis aktivitas, olahraga, atau stres berat terus lambungnya nyeri, apalagi kalau menjalar ke dada, leher, jangan dulu dipastikan GERD," kata dr Yamin kepada detikcom beberapa waktu lalu.

"Mungkin kalau dia (gejala muncul) pertama ya boleh saja. Kalau sudah berulang-ulang harus dipastikan (ke dokter). Terutama bagi orang di atas 35 tahun dan ada faktor risiko, seperti merokok, hipertensi, kolesterol tinggi, kegemukan, ada keluarga kandung yang jantung, diabetes," sambungnya.

Sebenarnya, ada gejala khas yang bisa membedakan antara serangan jantung GERD

"Gejala serangan jantung yang klasik itu nyeri dada di tengah, menjalar ke leher atau lengan kiri. Dipicu oleh aktivitas, olahraga, atau emosi. Umumnya reda dengan istirahat," katanya.

Kendati emikian, ada 5-10 persen kasus yang tidak khas. Gejala yang dirasakan bisa berbeda.

"Tapi ada 5 sampai 10 persen tidak khas. Kadang-kadang dia cuman nyeri clekit-clekit. Termasuk engap, kadang-kadang ada yang sesak. Kalau orang tua dengan diabetes biasanya sesak, bukan sakit," tuturnya.

























Artikel ini telah tayang di health.detik.com dengan judul "Jangan Panik! Ini Beda Nyeri Dada karena GERD vs Serangan Jantung yang Mematikan"