Hagia Sophia

05 January 2023

WHO Minta China Lebih Transparan Terkait Data COVID-19

Foto: Getty Images

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) lagi-lagi meminta China lebih transparan soal data COVID-19. WHO menilai data Corona China tidak memberikan gambaran akuran tentang situasi dan kegawatan di negara itu.

"Kami kira angka saat ini yang diterbitkan dari China kurang mewakili dampak sebenarnya dari penyakit ini dalam hal penerimaan rumah sakit, dalam hal penerimaan ICU, terutama dalam hal kematian," kata Mike Ryan, direktur kedaruratan WHO dikutip dari Reuters, Kamis (5/1/2023).

Pada Selasa lalu, para ilmuwan top China mempresentasikan data kepada kelompok penasihat teknis WHO yang menunjukkan tidak ada varian virus corona baru yang ditemukan di negara berpenduduk 1,4 miliar orang itu.

Tetapi komentar pejabat WHO adalah kritik paling jelas tentang penanganan pandemi China. Mereka menggarisbawahi kekhawatiran tentang keakuratan dan ketersediaan data Beijing, menghambat perang melawan penyakit yang telah menewaskan lebih dari 6,7 juta orang dan mengguncang ekonomi global.

"Kami masih belum memiliki data yang lengkap," kata Ryan.

Sebelumnya dalam pengarahan, Direktur Jenderal WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus menegaskan kembali mereka prihatin tentang lonjakan infeksi COVID-19 di China dan sekali lagi mendesak Beijing untuk memberikan data yang cepat dan teratur tentang rawat inap dan kematian di sana serta data nyata.

"WHO prihatin dengan risiko terhadap kehidupan di China dan telah menegaskan kembali pentingnya vaksinasi, termasuk dosis penguat untuk melindungi dari rawat inap, penyakit parah, dan kematian," kata Tedros.
























Artikel ini telah tayang di health.detik.com dengan judul "WHO Lagi-lagi Sentil China, Minta Lebih Transparan Data COVID-19"