Hagia Sophia

02 February 2023

Mitos yang Beredar Terkait Kanker dan Faktanya

Fakta penyakit kanker (Foto: Getty Images/iStockphoto/Panuwat Dangsungnoen)

Menjamurnya misinformasi terkait kanker kian membuat masyarakat resah dan khawatir. Nah, adanya momentum Hari Kanker Sedunia 2023 yang jatuh pada 4 Februari, masyarakat diharapkan lebih bijak menyikapi fakta-fakta kanker guna menyebarkannya sebagai informasi aktual dan terpercaya.

Penyakit tak pandang bulu ini merupakan penyebab kematian terbanyak kedua di dunia. Setidaknya ada 9,6 juta orang meregang nyawa akibat kanker setiap tahun, yang mana angka ini hampir sama dengan jumlah penduduk Jakarta. Diperkirakan, 70 persen dari angka tersebut terjadi di negara berkembang, termasuk Indonesia.

Kanker merupakan penyakit tidak menular yang ditandai pertumbuhan sel-sel abnormal berprogresif dan ganas. Tak ada yang tahu bagaimana sel-sel itu bertransformasi. Namun yang jelas, perilaku hidup buruk dan beberapa masalah kesehatan bisa menjadi pemicunya.

Faktor risiko yang paling berpengaruh dalam perkembangan kanker adalah merokok, konsumsi alkohol berlebihan, pertambahan usia, obesitas, dan perilaku seks tidak sehat. Selain itu, mutasi genetik yang diwarisi sejak lahir juga meningkatkan risiko terbentuknya sel-sel abnormal dalam tubuh.

Fakta-fakta Kanker

Beberapa informasi berikut ini sepertinya masih membuat ragu publik. Simak kebenarannya dikutip dari National Cancer Institute:

1. Kanker Bisa Disembuhkan
Ketika didiagnosis kanker, pengidapnya akan berputus asa dan merasa akhir kehidupannya sudah di depan mata. Nyatanya, tidak semenyeramkan itu.

Semakin majunya teknologi intervensi medis, berdampak pada penurunan angka kematian akibat kanker. Tingkat kelangsungan hidup lima tahun untuk beberapa jenis kanker, seperti kanker payudara, prostat, dan tiroid, kini mencapai 90 persen.

Namun perlu digarisbawahi, prevalensi tersebut tergantung pada banyak faktor, termasuk progresivitas pertumbuhan kanker, penyebarannya ke organ lain, fasilitas layanan medis, dan riwayat kesehatan secara keseluruhan. Jadi, dukungan moril dan materil sangat diperlukan bagi orang tersebut demi hidup yang lebih baik.

2. Radiasi Ponsel dan Barang Elektronik Menyebabkan Kanker
Pernyataan ini agaknya masih beredar luas dan banyak dipercaya masyarakat. Berbagai jenis penelitian telah dilakukan untuk mencoba menyelidiki apakah penggunaan ponsel berbahaya bagi kesehatan manusia. Namun, bukti hingga saat ini menunjukkan bahwa penggunaan ponsel tidak menyebabkan kanker otak atau jenis kanker lainnya pada manusia.

Sebab, gelombang radio yang dipancarkan oleh ponsel tergolong rendah sehingga tidak berpengaruh pada kerusakan gen. Beda halnya dengan radiasi pengion penghasil energi dan frekuensi tingkat tinggi yang dapat mendorong DNA bermutasi, misalnya sinar x-ray, radon, kosmik, atau sinar UV dari matahari.

3. Diet Gula Menyembuhkan Kanker
Hakikatnya, sel kanker bertahan hidup dengan mengonsumsi lebih banyak gula (glukosa) daripada sel normal. Namun, tidak ada penelitian yang menunjukkan bahwa berhenti menyantap makanan manis bisa membuat sel kanker hilang.

Meski begitu, sering mengonsumsi makanan manis bisa memicu obesitas, yang merupakan faktor risiko kanker. Lakukan pola makan sehat dan berimbang serta rajin berolahraga agar nutrisi tubuh tetap terpenuhi.

4. Obat Tradisional Tidak Efektif Mengobati Kanker
Pengobatan alternatif yang marak beredar di e-commerce ataupun toko obat konvensional diyakini efektif menyembuhkan penyakit kronis tersebut. Faktanya, beberapa produk herbal mungkin berbahaya jika dikonsumsi selama kemoterapi atau terapi radiasi karena dapat mengganggu cara kerja perawatan ini. Hindari pula jika obat tersebut belum mendapat izin dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) RI.

5. Kemoterapi Menyebabkan Kebotakan Permanen
Pengobatan kemoterapi memiliki beberapa efek samping, umumnya adalah rambut rontok hingga kebotakan. Kabar baiknya, kondisi ini tidak berlangsung lama.

"90 persen rambut akan tumbuh kembali setiap kali kita menyelesaikan rangkaian kemoterapi," kata Issam Alawin, MD, dokter spesialis onkologi asal Amerika Serikat dikutip dari Cancer Center, Rabu (1/2/2023).

Dari fakta-fakta kanker tersebut mana yang kini baru tahu kebenarannya? Hal terpenting untuk dipahami kanker bukan disebabkan oleh virus sehingga tidak menular ke orang lain. Pemicu terbesar dari penyakit adalah pola hidup tidak sehat.
























Artikel ini telah tayang di health.detik.com dengan judul "Fakta Kanker di Balik Mitos yang Beredar, Nomor 2 Paling Sering Didengar"