Hagia Sophia

05 August 2023

Ditemukan Obat Tradisional Asal Indonesia Mengandung Dexamethasone di Jepang

Ilustrasi obat tradisional. (Foto: iStock)

Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM RI) menyebut dalam tiga tahun terakhir temuan obat tradisional (OT) mengandung bahan kimia obat (BKO) meningkat. Menempati peringkat ketiga kategori terbanyak OT yang tidak memenuhi syarat (TMS), setelah TMS farmasetik, dan TMS mikrobiologi.

Bahkan, temuan tersebut juga dilaporkan pada produk asal RI yang beredar di Jepang.

Adalah Jamu Tea Black yang teridentifikasi otoritas Jepang mengandung dexamethasone. Teh ini mulanya dipromosikan dengan khasiat meredakan demam.

Pusat Urusan Konsumen Nasional Jepang pada 12 April, ternyata menemukan 3 mikrogram per gram dexamethasone, sejenis bahan steroid di Jamu Tea Black. Produk ini dijual melalui internet oleh perusahaan Kohjuku berbasis di Osaka.

Seperti diketahui, dexamethasone memiliki sifat anti-inflamasi dan tidak dapat digunakan dalam produk makanan lantaran bisa memicu beragam efek samping.

Seperti yang dialami pasien berusia 13 tahun di Jepang, ia mulanya melihat iklan Jamu Tea Black dan rutin meminum jamu tersebut demi meredakan keluhan demam dalam empat bulan. Tak kunjung sembuh, tes darah justru menunjukkan ia mengalami masalah lain yakni penurunan hormon kortikal adrenal dan kadar lainnya.

Hasil tes wanita tersebut baru dilaporkan membaik setelah dia berhenti meminum jamu ini. BPOM RI menilai laporan ini berpotensi menjadi citra buruk bagi masyarakat.

Plt Deputi Bidang Pengawasan Obat Tradisional, Suplemen Kesehatan, dan Kosmetik, Reri Indriani, menyebut tren temuan OT BKO paling banyak dilaporkan pada jamu penambah stamina pria dan klaim mengatasi pegal linu.

"Rata-rata 3,96 persen dari sarana produksi yang diperiksa tidak memenuhi ketentuan (TMK) karena memproduksi OT BKO dan rata-rata 88,7 persen dari sarana distribusi yang diperiksa BPOM juga TMK karena terdapat produk OT BKO dan/atau tanpa izin edar (TIE)," jelas Reri Indriani.

Demi menekan peredaran obat tradisional mengandung BKO, BPOM RI melakukan pengawasan intensif yang juga melibatkan Integrated Criminal Justice System (ICJS) sebagai penindakan tegas bilamana masih banyak ditemukan.

"Sementara pada sisi demand, kemampuan literasi dan pemahaman masyarakat untuk mengenali dan menjauhkan diri dari penggunaan OT BKO harus ditingkatkan. Kegiatan komunikasi, informasi, dan edukasi (KIE) masyarakat untuk membentuk konsumen cerdas dan berdaya melindungi diri dari produk berisiko terhadap kesehatan harus dilakukan terus-menerus," sebut Reri.



























Artikel ini telah tayang di health.detik.com dengan judul "Jamu Mengandung Dexamethasone asal RI Beredar di Jepang, Begini Sorotan BPOM"