Hagia Sophia

19 September 2023

WHO Kembali Desak China untuk Terbuka Terkait Kasus COVID-19

Foto: AP Photo

Nyaris empat tahun berlalu sejak wabah COVID-19 merebak di China, asal muasal virus diyakini masih misteri. Sejumlah dugaan selama ini mengarah pada kelelawar, tetapi Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) tetap membuka kemungkinan sumber lain.

Direktur Jenderal WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus kembali mendesak China untuk terbuka. Negara tersebut selama ini dinilai masih menutupi banyak sumber informasi pertama kali COVID-19 muncul.

WHO disebut siap kembali mengirim tim untuk menyelidiki sumber penularan COVID-19.

"Kami menekan China untuk memberikan akses penuh, dan kami meminta negara-negara untuk menyampaikan hal ini dalam pertemuan bilateral mereka, mendesak China agar bekerja sama," kata Tedros Adhanom Ghebreyesus, dikutip dari Financial Times, Kamis (18/9/2023).

Komentar WHO belakangan muncul pasca munculnya kembali varian baru yakni COVID-19 varian Pirola. Beberapa otoritas kesehatan negara mulai memperbarui vaksin COVID-19 mereka untuk menghindari risiko fatal jika terpapar.

Sementara Tedros sebenarnya sudah lama menekan China untuk membagikan informasinya tentang asal muasal COVID-19. Jika China tak kunjung terbuka, semua hipotesis masih belum terjawab.

Virus SARS-CoV-2 pertama kali diidentifikasi di Wuhan, China, pada bulan Desember 2019, banyak yang menduga virus ini menyebar di pasar hewan hidup sebelum menyebar ke seluruh dunia dan membunuh hampir 7 juta orang.


























Artikel ini telah tayang di health.detik.com dengan judul "Desakan Baru WHO ke China, 'Sentil' Tertutup soal Asal usul COVID-19"