Hagia Sophia

19 March 2026

Kisah Pria Kelebihan Vitamin D dan Berakhir Ginjal Rusak

Foto: iStock

Mengonsumsi suplemen kesehatan sering kali dianggap aman, namun kisah seorang pria yang dipublikasikan dalam jurnal BMJ Case Reports menjadi peringatan keras. Akibat mengonsumsi Vitamin D dalam dosis yang jauh melampaui anjuran, pria tersebut harus dilarikan ke rumah sakit dengan serangkaian komplikasi kesehatan serius.

Pria yang tidak disebutkan identitasnya ini mengeluhkan mual, muntah, nyeri perut, kram kaki, telinga berdenging (tinnitus), hingga penurunan berat badan drastis sebanyak 12,7 kg tanpa sebab yang jelas. Setelah dilakukan serangkaian tes, dokter mendiagnosisnya mengalami hipervitaminosis D, sebuah kondisi keracunan akibat akumulasi Vitamin D yang berlebihan di dalam tubuh.

Penyebab kondisi fatal ini terungkap setelah pasien mengaku menjalani protokol suplemen atas saran seorang ahli gizi pribadi. Ia mengonsumsi lebih dari 20 jenis suplemen tanpa resep, termasuk 150.000 IU (International Units) Vitamin D setiap hari.

Jumlah tersebut 200 kali lipat lebih tinggi dari rekomendasi harian standar. Sebagai perbandingan, institusi kesehatan seperti NIH merekomendasikan hanya 600 hingga 800 IU per hari bagi orang dewasa.

Alami gangguan organ

Vitamin D sejatinya berfungsi membantu tubuh menyerap kalsium untuk memperkuat tulang dan sistem imun. Namun, ketika kadarnya terlalu tinggi, ia memicu hiperkalsemia, yaitu penumpukan kalsium yang berlebihan dalam darah.

Dampaknya bisa merusak berbagai organ tubuh, seperti:
  • Ginjal: Pembentukan batu ginjal hingga gagal ginjal.
  • Jantung dan Otak: Gangguan irama jantung, kebingungan, hingga koma.
  • Pencernaan: Sembelit, tukak lambung, dan pankreatitis.
  • Psikologis: Depresi, psikosis, dan apatis.
Zat yang Sulit Dikeluarkan dari Tubuh

Salah satu bahaya terbesar dari keracunan Vitamin D adalah sifatnya yang larut dalam lemak. Berbeda dengan vitamin yang larut dalam air (seperti Vitamin C) yang bisa dibuang melalui urine, Vitamin D disimpan di hati dan sel lemak.

Tes lebih lanjut menyingkirkan kemungkinan kanker tetapi menunjukkan bahwa ginjal pasien tidak berfungsi dengan baik.

"Karena waktu paruhnya yang lama (sekitar dua bulan), gejala keracunan bisa bertahan selama berminggu-minggu meskipun pasien sudah berhenti mengonsumsi suplemen tersebut," catat penulis studi tersebut.

Bahkan dua bulan setelah keluar dari rumah sakit, kadar Vitamin D pria ini dilaporkan masih sangat tinggi meski kadar kalsiumnya sudah mulai normal.

























Artikel ini telah tayang di health.detik.com dengan judul "Cerita Pria Kelebihan Vitamin D Berujung Ginjal Rusak, Ini Awal Mulanya"