![]() |
| Foto ilustrasi: Getty Images/KatarzynaBialasiewicz |
Seorang pria menceritakan pengalamannya yang mengalami kerusakan ginjal akibat terlalu banyak mengonsumsi vitamin D. Kasus ini dipublikasikan dalam jurnal BMJ Case Reports.
Dalam laporannya, pria yang tidak diungkap identitasnya itu mengeluhkan beberapa kondisi yang mengganggu aktivitasnya. Ia mengalami mual, muntah, nyeri perut, kram kaki, hingga telinga yang berdenging atau tinnitus.
Tak hanya itu, berat badannya juga turun drastis sebanyak 12,7 kg tanpa penyebab yang jelas. Kondisi ini mendorongnya untuk memeriksakan diri ke dokter.
Dari hasil tes, disebutkan bahwa pria itu mengalami hipervitaminosis D. Itu merupakan kondisi keracunan akibat akumulasi vitamin D yang berlebihan di dalam tubuh.
Penyebab Keracunan yang Dialaminya
Diketahui, kondisi fatal tersebut terungkap setelah pasien mengaku menjalani protokol suplemen atas saran seorang ahli gizi pribadi. Ia mengonsumsi lebih dari 20 jenis suplemen tanpa resep, termasuk 150 ribu IU (International Units) vitamin D setiap hari.
Jumlah itu 200 kali lipat lebih tinggi dari rekomendasi harian standar. Umumnya, orang dewasa direkomendasikan hanya 600-800 IU per hari.
Salah satu bahaya terbesar dari keracunan vitamin D adalah sifatnya yang larut dalam lemak. Berbeda dengan vitamin yang larut dalam air, seperti vitamin C yang bisa dibuang lewat urine, vitamin D disimpan di hati dan sel lemak.
Dari hasil tes lebih lanjut, tidak ada risiko yang mengarah ke kanker. Tetapi, menunjukkan bahwa ginjal pasien tidak berfungsi dengan baik.
"Karena waktu paruhnya yang lama (sekitar 2 bulan), gejala keracunan bisa bertahan selama berminggu-minggu, meski pasien sudah berhenti mengonsumsi suplemen tersebut," catat penulis studi tersebut.
Sekitar dua bulan keluar dari rumah sakit, kadar vitamin D pria ini sangat tinggi, meski kadar kalsiumnya sudah mulai normal.
Artikel ini telah tayang di health.detik.com dengan judul "Ginjal Pria Ini Rusak gegara Overdosis Vitamin D, Begini Keluhannya"
