![]() |
| Minum kopi biar tidak mengantuk di perjalanan mudik. Foto: Getty Images/iStockphoto/Parichart Thongmee |
Perjalanan mudik yang panjang sering membuat banyak orang mengandalkan kopi untuk membantu melawan rasa kantuk, terutama bagi mereka yang harus menempuh perjalanan berjam-jam. Minuman berkafein ini memang dapat meningkatkan kewaspadaan dan membantu tubuh tetap terjaga.
Namun, konsumsi kopi tetap perlu diperhatikan karena asupan kafein yang berlebihan justru dapat memicu keluhan seperti jantung berdebar, gelisah, hingga gangguan lambung. Lalu, sebenarnya berapa batas aman minum kopi saat perjalanan mudik?
Kopi sering menjadi pilihan banyak orang untuk membantu menjaga kewaspadaan selama perjalanan jauh. Kandungan kafein di dalamnya bekerja sebagai stimulan pada sistem saraf pusat, sehingga dapat membantu mengurangi rasa lelah dan membuat tubuh terasa lebih terjaga untuk sementara waktu. Penjelasan ini juga disebutkan oleh National Institutes of Health (NIH) yang menyatakan bahwa kafein dapat meningkatkan aktivitas pada sistem saraf pusat dan membantu meningkatkan kewaspadaan.
Meski demikian, konsumsi kopi tetap perlu diperhatikan. U.S. Food and Drug Administration (FDA) menyebutkan bahwa bagi orang dewasa sehat, asupan kafein hingga sekitar 400 miligram per hari umumnya masih dianggap aman dan tidak menimbulkan efek berbahaya bagi kebanyakan orang. Jumlah ini kira-kira setara dengan sekitar 3-4 cangkir kopi seduh, meskipun kandungan kafein dapat berbeda-beda tergantung jenis biji kopi, metode penyeduhan, serta ukuran sajian.
Penilaian serupa juga disampaikan oleh European Food Safety Authority (EFSA) yang menyebutkan bahwa konsumsi kafein hingga sekitar 400 mg per hari masih berada dalam batas aman bagi orang dewasa sehat.
Karena kafein juga terdapat dalam minuman lain seperti teh, soda, maupun minuman energi, total asupan dari berbagai sumber tersebut sebaiknya tetap diperhitungkan agar tidak melebihi batas yang dianjurkan, terutama selama perjalanan mudik yang biasanya berlangsung cukup lama.
Apakah Kopi Efektif Mengatasi Kantuk Saat Perjalanan?
Kafein dalam kopi memang dapat membantu meningkatkan kewaspadaan dan membuat seseorang merasa lebih segar untuk sementara waktu. Zat ini bekerja dengan merangsang sistem saraf pusat sehingga dapat mengurangi rasa lelah dan kantuk dalam jangka pendek. Karena itu, banyak orang memilih minum kopi ketika mulai merasa mengantuk selama perjalanan jauh.
Namun, penting diingat bahwa kopi tidak dapat menggantikan kebutuhan tidur atau istirahat. Menurut National Sleep Foundation, kafein memang dapat membantu meningkatkan kewaspadaan sementara, tetapi tidak dapat menggantikan kebutuhan tidur ketika tubuh sudah mengalami kelelahan atau kurang tidur.
Selain itu, Centers for Disease Control and Prevention (CDC) juga mengingatkan bahwa mengemudi dalam kondisi mengantuk dapat meningkatkan risiko kecelakaan. Karena itu, jika mulai merasa lelah saat perjalanan jauh, pengemudi dianjurkan untuk berhenti sejenak di rest area, beristirahat, atau tidur singkat agar tubuh kembali lebih segar sebelum melanjutkan perjalanan.
Siapa yang Perlu Membatasi Konsumsi Kopi Saat Mudik?
Meski kopi dapat membantu meningkatkan kewaspadaan selama perjalanan, tidak semua orang disarankan mengonsumsinya dalam jumlah banyak. Pada sebagian orang, kafein dapat memicu keluhan seperti jantung berdebar, rasa gelisah, atau gangguan pada lambung, terutama jika dikonsumsi berlebihan.
Menurut National Health Service (NHS), konsumsi kafein dalam jumlah tinggi dapat menyebabkan efek samping seperti gangguan tidur, kegelisahan, hingga jantung berdebar pada beberapa orang yang lebih sensitif terhadap kafein.
Karena itu, orang yang memiliki kondisi seperti maag atau penyakit asam lambung Gastro Esophageal Reflux Disease (GERD), gangguan kecemasan, atau sensitivitas terhadap kafein sebaiknya lebih berhati-hati dalam mengonsumsi kopi selama perjalanan. Jika ingin tetap minum kopi untuk membantu menjaga kewaspadaan, jumlahnya sebaiknya dibatasi dan tetap diimbangi dengan istirahat yang cukup serta konsumsi air putih.
Perjalanan mudik yang panjang memang sering membuat banyak orang mengandalkan kopi untuk membantu menjaga kewaspadaan. Meski demikian, konsumsi kopi tetap perlu diperhatikan agar asupan kafein tidak berlebihan.
Minum kopi dalam jumlah wajar dapat membantu mengurangi rasa kantuk untuk sementara, tetapi tidak dapat menggantikan kebutuhan tidur atau istirahat. Karena itu, selama perjalanan jauh, pemudik tetap dianjurkan untuk beristirahat secara berkala, menjaga hidrasi dengan cukup minum air putih, serta memastikan kondisi tubuh tetap prima sebelum melanjutkan perjalanan.
Artikel ini telah tayang di health.detik.com dengan judul "Butuh Ngopi di Perjalanan Mudik? Wajib Tahu Ini Kalau Punya GERD"
