![]() |
| Sayuran rendah purin bisa mencegah risiko kekambuhan asam urat atau gout. Foto: iStock |
Banyak pengidap asam urat (gout) memilih lebih berhati-hati saat makan, termasuk ketika mengonsumsi sayuran. Tak sedikit yang khawatir kandungan purin pada sayur bisa memicu kenaikan kadar asam urat dan menyebabkan nyeri sendi kambuh.
Padahal, tidak semua sayuran memiliki kandungan purin tinggi. Beberapa jenis sayur justru tergolong rendah purin dan masih aman dikonsumsi sebagai bagian dari pola makan sehari-hari.
Apa Itu Purin dan Kenapa Perlu Dibatasi?
Purin merupakan senyawa alami yang terdapat di dalam tubuh dan juga ditemukan pada berbagai jenis makanan. Saat purin dipecah tubuh, proses tersebut menghasilkan asam urat (uric acid).
Dikutip dari Pedoman Diagnosis dan Pengelolaan Hiperurisemia dan Artritis Gout milik Perhimpunan Reumatologi Indonesia, dalam kondisi normal asam urat akan larut dalam darah lalu dibuang melalui ginjal bersama urine. Namun, jika produksi asam urat terlalu banyak atau ginjal tidak mampu membuangnya secara optimal, kadar asam urat dalam darah dapat meningkat.
Ketika kadar asam urat melebihi batas kelarutan, asam urat dapat membentuk kristal monosodium urat (MSU) yang menumpuk di persendian dan jaringan sekitarnya. Kristal berbentuk seperti jarum itu kemudian memicu gout, yakni peradangan yang menyebabkan nyeri, bengkak, kemerahan, hingga rasa panas pada sendi, terutama di area jempol kaki.
5 Sayur Rendah Purin untuk Pengidap Asam Urat
Beberapa sayuran rendah purin yang aman dikonsumsi pengidap asam urat adalah sebagai berikut:
1. Kubis
Kubis atau kol termasuk sayuran dengan kandungan purin rendah dan cukup mudah diolah menjadi berbagai menu sehari-hari, mulai dari tumisan hingga sup. Sayuran ini juga mengandung serat dan vitamin yang dapat membantu memenuhi kebutuhan nutrisi harian tanpa menambah asupan purin berlebihan.
2. Sawi Putih
Sawi putih menjadi salah satu sayuran yang relatif rendah purin dan cukup umum dikonsumsi masyarakat Indonesia. Sayuran ini juga mengandung air dan serat yang baik untuk membantu menjaga pola makan tetap seimbang.
3. Timun
Timun termasuk sayuran rendah purin yang aman dikonsumsi pengidap asam urat. Kandungan airnya yang tinggi membantu menjaga hidrasi tubuh, yang penting untuk membantu proses pembuangan asam urat melalui urine.
4. Selada
Selada menjadi pilihan sayur rendah purin yang ringan dan segar untuk dikonsumsi. Sayuran ini bisa dijadikan lalapan maupun campuran salad. Kandungan airnya yang cukup tinggi juga membantu memenuhi kebutuhan cairan tubuh sehari-hari.
5. Labu Siam
Labu siam termasuk sayuran rendah purin yang cukup sering dikonsumsi dalam masakan rumahan Indonesia. Selain rendah kalori, labu siam juga mengandung serat dan air yang baik untuk menjaga pola makan bagi pengidap asam urat.
Dikutip dari tabel kandungan purin pangan yang dipublikasikan Perhimpunan Reumatologi Indonesia, beberapa sayuran lain seperti wortel, tomat, terong, hingga buncis juga kerap masuk dalam pilihan makanan yang relatif rendah purin.
Meski begitu, pengidap asam urat tetap disarankan memperhatikan pola makan secara keseluruhan dan tidak hanya berfokus pada satu jenis makanan tertentu.
Pengidap Asam Urat Harus Menghindari Semua Sayur?
Beberapa sayuran seperti bayam, jamur, dan asparagus memang memiliki kandungan purin lebih tinggi dibanding sayur lainnya. Karena itu, sayuran tersebut dulu sering dianggap sebagai pantangan bagi pengidap asam urat.
Namun, penelitian yang dipublikasikan dalam jurnal The New England Journal of Medicine menunjukkan bahwa risiko asam urat lebih kuat berkaitan dengan konsumsi daging dan seafood dibanding purin dari sayuran. Artinya, bayam, jamur, maupun asparagus tidak selalu memicu asam urat pada semua orang, terutama jika dikonsumsi dalam jumlah wajar.
Karena itu, pengidap asam urat umumnya tidak perlu takut berlebihan untuk makan sayur. Hal yang lebih penting adalah menjaga pola makan secara keseluruhan dan membatasi makanan tinggi purin dari sumber hewani seperti jeroan, daging merah, dan beberapa jenis seafood.
Selain Memilih Sayur, Ini Hal yang Juga Penting
Selain memperhatikan jenis sayur yang dikonsumsi, pengidap asam urat juga perlu menjaga pola makan dan gaya hidup secara keseluruhan. Minum cukup air putih penting untuk membantu tubuh membuang asam urat melalui urine. Di sisi lain, konsumsi minuman manis tinggi gula, terutama yang mengandung fruktosa, sebaiknya dibatasi karena dapat memengaruhi kadar asam urat dalam darah.
Menjaga berat badan tetap ideal juga dapat membantu menurunkan risiko kekambuhan asam urat. Selain itu, konsumsi alkohol berlebihan juga diketahui dapat meningkatkan kadar asam urat sehingga sebaiknya dibatasi.
Pada akhirnya, pengidap asam urat tidak harus takut makan sayur. Kuncinya adalah memilih pola makan yang seimbang dan membatasi sumber purin tinggi, terutama dari makanan hewani tertentu. Sayuran rendah purin justru dapat membantu memenuhi kebutuhan serat dan nutrisi harian tanpa meningkatkan risiko secara signifikan.
Artikel ini telah tayang di health.detik.com dengan judul "5 Sayuran Ini Rendah Purin, Aman Buat Asam Urat"
