![]() |
| Makan seblak. Foto: Getty Images/Ayudia Fatma |
Seorang perempuan bernama Siti Zahro (23) asal Bekasi, Jawa Barat viral di TikTok setelah membagikan pengalamannya mengidap kista ovarium hingga harus menjalani operasi. Melalui akun TikTok @siti.zahro771, dirinya mengaku memiliki kebiasaan makan seblak dan bakso hampir setiap hari. Saat malam hari juga sering mengonsumsi camilan pedas dan asin.
Dalam video yang ramai dibagikan ulang tersebut, perutnya tampak membesar seperti tengah hamil akibat kista ovarium yang ukurannya sudah cukup besar.
Kista ovarium sendiri merupakan kantung berisi yang tumbuh di dalam tubuh dan bisa berisi berbagai macam seperti cairan, darah, rambut, bahkan gigi. Kista cukup sering dialami oleh wanita usia produktif.
Kondisi ini sebenarnya bisa dipengaruhi banyak faktor mulai dari pola hidup tidak sehat, jarang olahraga, stres, berat badan berlebih, gangguan hormon, hingga kebiasaan makan yang tidak sehat dan tidak seimbang. Artikel ini akan membahas pola makan tidak sehat dan kaitannya dengan risiko munculnya kista ovarium.
Sering Konsumsi UPF Bisa Ganggu Keseimbangan Hormon
Seblak, bakso olahan, sosis, kerupuk instan, hingga camilan asin termasuk kelompok Ultra Processed Food (UPF) yang umumnya tinggi natrium, lemak jenuh, dan kalori. Bila dikonsumsi terlalu sering, tubuh terus menerus menerima asupan tinggi energi tetapi minim serat dan zat gizi penting.
Kondisi ini dapat memengaruhi metabolisme tubuh dan keseimbangan hormon yang berhubungan dengan kesehatan reproduksi wanita. Penelitian dalam jurnal Journal of Women's Health tahun 2024 menemukan konsumsi makanan ultra proses pada wanita usia reproduktif berkaitan dengan kondisi metabolik yang lebih buruk dan peningkatan risiko gangguan kesehatan. Kondisi metabolik yang terganggu diketahui dapat ikut memengaruhi fungsi ovarium dan hormon reproduksi.
Makanan Pedas Bukan Penyebab Langsung Kista
Banyak yang langsung menyalahkan rasa pedas setelah kisah ini viral. Faktanya, hingga sekarang belum ada penelitian yang menyebut makanan pedas jadi penyebab kista.
Seblak umumnya tidak hanya berisi cabai, tetapi juga banyak mengandung minyak, penyedap, kerupuk olahan, hingga topping lainnya yang tinggi lemak dan natrium. Jika terlalu sering dikonsumsi, kombinasi ini dapat memengaruhi metabolisme dan keseimbangan hormon dalam tubuh.
Makanan tinggi lemak dan UPF dapat memicu penumpukan lemak visceral di area perut. Lemak tubuh ikut berperan dalam produksi hormon estrogen. Saat jumlahnya berlebih, keseimbangan hormon reproduksi dapat terganggu dan memengaruhi fungsi ovarium.
Selain itu, UPF juga berkaitan dengan peradangan ringan kronis dan resistensi insulin yang dapat memengaruhi hormon reproduksi wanita. Penelitian dalam Journal of Women's Health tahun 2024 menyatakan bahwa konsumsi UPF pada wanita usia reproduktif berkaitan dengan kondisi metabolik yang lebih buruk dan peningkatan risiko gangguan kesehatan hormonal.
Kebiasaan Nyemil Malam yang Kurang Sehat
Kebiasaan nyemil makanan tinggi garam, tinggi lemak, dan UPF pada malam hari juga dapat memberi beban tambahan bagi tubuh, terutama bila dilakukan hampir setiap hari. Makanan seperti camilan pedas asin, kerupuk, sosis, bakso olahan, hingga makanan instan cenderung tinggi kalori tetapi rendah serat dan zat gizi penting.
Kandungan natrium yang tinggi dalam UPF juga ikut menjadi sorotan. Asupan natrium berlebihan diketahui berkaitan dengan peningkatan peradangan dalam tubuh dan gangguan metabolisme. Bila dikonsumsi terus menerus bersama makanan tinggi lemak, kondisi ini dapat memengaruhi keseimbangan hormon reproduksi wanita.
Seblak Tidak Harus Dihindari Total
Seblak sebenarnya tetap boleh dikonsumsi sesekali. Yang lebih penting adalah menjaga pola makan tetap seimbang dengan cukup sayur, buah, protein, dan air putih setiap hari.
Mengurangi konsumsi UPF, gorengan berlebihan, minuman tinggi gula, dan camilan sangat asin membantu tubuh menjaga metabolisme serta keseimbangan hormon tetap stabil. Aktivitas fisik rutin dan tidur cukup juga punya peran penting dalam menjaga kesehatan tubuh.
Saat tubuh mulai memberi sinyal seperti nyeri perut berulang, haid berubah, atau perut terasa terus membesar, pemeriksaan medis sebaiknya tidak ditunda. Banyak gangguan kesehatan justru muncul dari kebiasaan kecil yang berlangsung terus menerus setiap hari.
Artikel ini telah tayang di health.detik.com dengan judul "Viral Wanita di Bekasi Kena Kista, Gara-gara Doyan Seblak?"
