![]() |
| Foto: REUTERS/Nacho Doce |
Barcelona berhasil menyegel gelar juara LaLiga 2025/2026. Blaugrana mendapatkannya usai mengalahkan Real Madrid dalam duel bertajuk El Clasico.
Barcelona vs Real Madrid berlangsung di Camp Nou, Senin (11/5/2026) dini hari WIB. Anak asuh Hansi Flick menang 2-0.
Dikutip dari Managing Madrid, eks penyerang Los Blancos, Luis Figo buka-bukaan soal adanya ketegangan di ruang ganti pemain sebelum El Clasico. Ini imbas adanya perselisihan antara Federico Valverde dan Aurelien Tchouameni.
Mantan pemain sayap Madrid itu mengakui bahwa situasinya tidak ideal. Figo juga menambahkan bahwa insiden emosioanal juga bukan hal baru di Real Madrid.
"Mereka berdua memiliki terlalu banyak energi," kata Figo.
"Ini tidak normal, dan seharusnya tidak terjadi dalam lingkungan tim. Tapi ini bukan yang pertama atau terakhir kalinya hal seperti ini terjadi," sambungnya.
Figo berpendapat bahwa rasa frustrasi seputar hasil dan ekspektasi terkadang dapat mendorong pemain melampaui batas emosional yang biasanya diharapkan di dalam ruang ganti.
"Ketika rasa frustrasi menumpuk, para pemain dapat bereaksi dengan cara yang tidak wajar," jelasnya.
"Saya tidak bisa menambahkan banyak hal lagi karena Real Madrid telah mengeluarkan pernyataan mengenai masalah ini," lanjutnya.
Dalam penelitian yang terbit tahun 2025 berjudul 'The relationship between psychological capital and athlete burnout: the mediating relationship of coping strategies and the moderating relationship of perceived stress' dilaporkan bahwa frustrasi yang menumpuk dan tidak dikendalikan dapat menyebabkan burnout.
Penelitian terbaru menunjukkan bahwa burnout secara signifikan mengganggu kesehatan mental atlet, yang bermanifestasi sebagai peningkatan kecemasan, depresi, dan gangguan tidur, yang pada gilirannya dapat semakin memperburuk performa kompetitif mereka.
Keuntungan Psikologis Barcelona
Di sisi lain, ketegangan yang terjadi di kubu Real Madrid justru menjadi keuntungan psikologis bagi Barcelona. Keharmonisan anak asuh Flick meningkat menjelang laga besar tersebut.
Dikutip dari Barca Blaugranes, penelitian tentang dinamika tim elit menyoroti bahwa konflik interpersonal sebesar ini sering memicu keruntuhan.
Ketika para pemain lebih mementingkan perebutan kekuasaan internal daripada eksekusi taktis, tim menjadi rentan terhadap 'social loafing' yaitu ketika individu secara tidak sadar mengurangi upaya mereka karena ikatan kelompok telah putus.
Artikel ini telah tayang di health.detik.com dengan judul "Real Madrid 'Dihajar' Barcelona, Kondisi Mental Pemain Los Blancos Disorot"
